Pada tanggal 04 Agustus 2026, ESAS Management menyelenggarakan pelatihan sertifikasi Certified Active Listening Master (CALM). Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, Bapak Febi Ismail, S.H., C.T., CPS. (Master Trainer Esas Management, Komunikasi Specialist & KYC-AML, Trainer & Public Speaking BNSP, Penulis buku bicara sebelum titik), serta dipandu oleh moderator Indah.
Dalam pemaparannya, Bapak Febi terlebih dahulu membahas mengenai Fondasi Active Listening. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar active listening serta pentingnya memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara. Active listening tidak sekadar mendengar perkataan, tetapi juga melibatkan kemampuan memahami, merespons, dan menunjukkan ketertarikan terhadap pesan yang disampaikan.
Selanjutnya, peserta diajak memahami berbagai Kesalahan Umum dalam Mendengarkan. Beberapa kebiasaan seperti memotong pembicaraan, terburu-buru memberikan respons, tidak fokus, hingga membuat asumsi sebelum lawan bicara selesai menyampaikan informasi dapat menghambat efektivitas komunikasi. Pemahaman terhadap kesalahan tersebut diharapkan dapat membantu peserta melakukan evaluasi terhadap kebiasaan komunikasi masing-masing.
Materi berikutnya membahas Level Mendengarkan, yang memberikan gambaran mengenai tingkatan seseorang dalam menerima dan memahami informasi. Peserta diarahkan untuk meningkatkan kualitas mendengarkan dari sekadar mendengar secara pasif menjadi proses komunikasi yang lebih aktif, penuh perhatian, dan berorientasi pada pemahaman.
Pada sesi Teknik Active Listening, Bapak Febi memberikan pemahaman mengenai berbagai teknik yang dapat diterapkan dalam komunikasi sehari-hari. Peserta didorong untuk memberikan respons yang relevan, melakukan klarifikasi, memberikan perhatian melalui komunikasi nonverbal, serta menunjukkan empati agar komunikasi dapat berlangsung secara lebih efektif.
Pelatihan juga membahas Hambatan Active Listening yang dapat muncul dalam proses komunikasi. Hambatan tersebut dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya konsentrasi, prasangka, emosi, lingkungan yang tidak kondusif, maupun kecenderungan untuk langsung menyimpulkan informasi. Dengan mengenali berbagai hambatan tersebut, peserta diharapkan mampu membangun strategi untuk meningkatkan kualitas mendengarkan.
Sebagai bagian penting dari pelatihan, peserta juga mendapatkan sesi Praktik & Implementasi Active Listening. Melalui praktik tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk menerapkan teknik yang telah dipelajari dalam berbagai situasi komunikasi. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan active listening yang dapat diterapkan secara langsung dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui pelatihan CALM, ESAS Management berharap peserta tidak hanya memahami konsep active listening, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam berbagai situasi profesional. Kemampuan mendengarkan secara aktif diharapkan dapat mendukung terciptanya komunikasi yang lebih efektif, kolaboratif, dan mampu membangun hubungan kerja yang positif.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen ESAS Management dalam menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan profesional dan perkembangan kompetensi di dunia kerja.
