Jakarta, 10 Oktober 2026 — ESAS Management menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi Certified Learning Assessment and Evaluation (CLAE) Batch #4 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.30–22.00 WIB melalui Zoom Meeting. Pelatihan ini dipandu oleh Faizal Febrian Ramadhani, S.Pd., S.Pd.SD., CCME, yang merupakan spesialis program sekolah dan kurikulum serta praktisi pendidikan.

Program ini terbuka bagi kepala sekolah, guru, pimpinan lembaga, karyawan, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan pemahaman mengenai penilaian dan evaluasi pembelajaran. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan kemampuan peserta dalam menyusun instrumen penilaian, mengukur kompetensi siswa, serta mengevaluasi proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Materi Pelatihan

1. Tolak Ukur Kompetensi Siswa dengan Tuntutan Keahlian Abad ke-21

Materi ini membahas cara menentukan standar kompetensi siswa yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern. Siswa tidak hanya diharapkan menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Penilaian perlu dirancang untuk mengukur kemampuan tersebut sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami materi dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

2. Perlunya Pergeseran Paradigma Penilaian Berbasis Kompetensi pada Siswa

Materi ini menjelaskan pentingnya perubahan pendekatan penilaian, dari yang hanya berfokus pada nilai ujian menjadi penilaian yang mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh. Guru perlu memperhatikan proses belajar, pemahaman konsep, keterampilan praktik, dan sikap siswa. Dengan pendekatan berbasis kompetensi, hasil penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan dan perkembangan setiap siswa.

3. Mengenal Berbagai Teknik Penilaian yang Relevan dengan Keahlian Abad ke-21

Peserta mempelajari berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Contohnya adalah tes tertulis, observasi, presentasi, proyek, portofolio, dan praktik langsung. Setiap teknik memiliki fungsi yang berbeda. Tes tertulis dapat mengukur pemahaman konsep, sedangkan proyek dan presentasi dapat membantu menilai kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, serta kerja sama siswa.

4. Memetakan Materi dengan Teknik Penilaian yang Akan Dibuat

Materi ini membahas cara menyesuaikan materi pembelajaran dengan metode penilaian yang tepat. Guru perlu menentukan kompetensi yang ingin dicapai, materi yang akan diujikan, serta bentuk penilaian yang sesuai. Misalnya, materi yang berfokus pada pemahaman teori dapat dinilai melalui tes tertulis, sedangkan materi keterampilan dapat dinilai melalui praktik atau proyek. Pemetaan ini membantu memastikan bahwa penilaian benar-benar mengukur tujuan pembelajaran.

 

 

5. Menyusun Instrumen Kisi-Kisi dan Rubrik Penilaian

Peserta mempelajari cara menyusun instrumen penilaian yang sistematis dan terukur. Kisi-kisi penilaian digunakan sebagai pedoman untuk menentukan materi, indikator, bentuk soal, dan tingkat kesulitan. Sementara itu, rubrik penilaian berisi kriteria dan standar pemberian skor yang digunakan untuk menilai hasil kerja siswa. Dengan instrumen yang jelas, penilaian dapat dilakukan secara lebih objektif, konsisten, dan transparan.

6. Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Materi ini menjelaskan cara mengevaluasi keberhasilan kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil penilaian dan proses belajar siswa. Guru dapat mengidentifikasi materi yang sudah dikuasai, kesulitan yang masih dihadapi, serta metode mengajar yang perlu diperbaiki. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menyusun program remedial, pengayaan, atau perubahan strategi pembelajaran agar proses belajar berikutnya menjadi lebih efektif.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version