
Jakarta, 19 Agustus 2026 – Risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas organisasi. Perubahan pasar, ketidakpastian ekonomi, transformasi teknologi, dinamika regulasi, hingga risiko dalam pelaksanaan proyek dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis. Karena itu, kemampuan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko secara sistematis menjadi salah satu kompetensi strategis yang semakin dibutuhkan di dunia profesional.
Menjawab kebutuhan tersebut, ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) menghadirkan program CERTIFIED RISK MANAGEMENT SPECIALIST (CRMS) yang diselenggarakan secara online melalui Zoom pada Rabu–Kamis, 19–20 Agustus 2026.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manajemen risiko, mulai dari membangun arsitektur risiko, melakukan risk assessment, menilai risiko proyek, mengintegrasikan risiko dengan penganggaran, hingga menerapkan manajemen risiko secara praktis di perusahaan.
Pelatihan akan dipandu oleh Muhammad Raffi Almadani, S.M sebagai moderator yang memastikan kegiatan berlangsung interaktif dan komunikatif. Materi disampaikan langsung oleh Aswin Sumarto, S.S., M.M., CBIA., CHCM., QRMO., CRA., CRMP., trainer yang kompeten di bidang manajemen risiko dan pengembangan organisasi.
Memahami Arsitektur Manajemen Risiko
Pelatihan diawali dengan materi Arsitektur Manajemen Risiko: Prinsip, Kerangka, & Proses. Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana sistem manajemen risiko dibangun secara terstruktur, termasuk prinsip-prinsip yang menjadi dasar, kerangka kerja yang digunakan, serta proses pengelolaan risiko dalam organisasi.
Pemahaman arsitektur risiko menjadi penting karena manajemen risiko yang efektif membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Risiko tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab satu divisi, tetapi perlu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di berbagai level organisasi.
Selanjutnya, peserta akan mempelajari Effectively Risk Assessment. Materi ini membahas bagaimana proses penilaian risiko dilakukan secara efektif agar organisasi mampu memahami tingkat risiko yang dihadapi sekaligus menentukan respons yang sesuai. Kemampuan melakukan assessment secara tepat dapat membantu organisasi menetapkan prioritas dan mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal.
Mengelola Risiko dalam Proyek dan Penganggaran
Risiko dalam proyek memiliki karakteristik tersendiri. Keterlambatan, perubahan ruang lingkup, keterbatasan sumber daya, hingga ketidakpastian biaya dapat memengaruhi pencapaian target proyek. Karena itu, program CRMS menghadirkan materi Project Risk Assessment untuk memberikan perspektif mengenai bagaimana risiko dalam proyek dapat diidentifikasi dan dinilai secara lebih sistematis.
Peserta juga akan mempelajari Risk Based Budgeting, yaitu pendekatan yang menghubungkan perspektif risiko dengan proses penyusunan dan pengelolaan anggaran. Dengan mempertimbangkan risiko dalam perencanaan anggaran, organisasi dapat memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan prioritas penggunaan sumber daya sekaligus mengantisipasi potensi ketidakpastian.
Pendekatan tersebut semakin relevan di tengah tuntutan organisasi untuk bekerja secara efisien. Anggaran tidak hanya perlu dirancang berdasarkan kebutuhan, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.
Dari Konsep Menuju Implementasi Praktis
Sebagai bagian penting dari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi Risk Management Practical Implementation in Firm. Materi ini membawa pembelajaran dari ranah konseptual menuju penerapan dalam lingkungan perusahaan.
Peserta akan memperoleh perspektif mengenai bagaimana prinsip dan proses manajemen risiko dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi. Dengan demikian, manajemen risiko diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen atau prosedur formal, tetapi menjadi bagian dari budaya pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi profesional dari berbagai bidang, termasuk manajemen, finance, audit, compliance, project management, operasional, maupun pengambil keputusan organisasi. Profesional yang memahami risiko dapat membantu perusahaan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan potensi dampak dan ketidakpastian secara lebih matang.
Investasi Kompetensi untuk Profesional Masa Kini
Selain mendapatkan pembelajaran langsung dari trainer yang kompeten, peserta CERTIFIED RISK MANAGEMENT SPECIALIST (CRMS) akan memperoleh berbagai benefit untuk mendukung pengembangan profesional. Peserta mendapatkan Gelar Non Akademik CRMS, eSertifikat Kehadiran & Kelulusan, eModul Pelatihan, serta rekaman pelatihan yang dapat digunakan untuk mempelajari kembali materi setelah kelas.
Peserta juga memperoleh akses mengulang kelas sesuai ketentuan serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management. Komunitas alumni ini dapat menjadi ruang untuk memperluas networking, berbagi pengalaman, dan membangun koneksi profesional dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Melalui CERTIFIED RISK MANAGEMENT SPECIALIST (CRMS), ESAS Management berupaya menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan organisasi modern. Manajemen risiko bukan semata-mata tentang menghindari risiko, melainkan tentang bagaimana organisasi mampu memahami ketidakpastian, mempersiapkan respons, dan mengambil peluang dengan pertimbangan yang lebih matang.
Saatnya Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko
Bagi Anda yang ingin memperkuat kemampuan di bidang risk management, project risk, budgeting, compliance, audit, maupun pengambilan keputusan strategis, CERTIFIED RISK MANAGEMENT SPECIALIST (CRMS) dapat menjadi langkah pengembangan kompetensi yang tepat.
Jangan menunggu risiko menjadi masalah baru kemudian mengambil tindakan. Bangun kemampuan untuk mengenali, menilai, dan mengelolanya sejak awal. Segera daftarkan diri Anda melalui ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia), belajar bersama trainer kompeten, perluas networking, dan persiapkan diri menjadi profesional yang lebih adaptif, strategis, serta siap menghadapi berbagai ketidakpastian di dunia kerja.