Seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan organisasi, posisi General Affair juga mengalami perkembangan. General Affair tidak lagi hanya dipandang sebagai bagian yang menangani kebutuhan administratif dan fasilitas perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu fungsi strategis yang berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang efektif, tertib, aman, dan mendukung pencapaian tujuan organisasi. Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi bagi para profesional General Affair menjadi hal yang semakin penting.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi profesional, ESAS Management menyelenggarakan Program Pelatihan & Sertifikasi General Affair Leader Batch #05. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan yang lebih komprehensif mengenai peran General Affair, khususnya dalam aspek kepemimpinan, pengelolaan operasional, administrasi, pengadaan, hubungan eksternal, indikator kinerja, serta penyusunan laporan General Affair.
Pelatihan General Affair Leader Batch #05 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 16.00–18.00 WIB secara daring melalui Zoom Live Meeting. Pelaksanaan secara online memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa harus hadir secara langsung di lokasi pelatihan. Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh pembelajaran dan berdiskusi dengan fasilitator secara interaktif dari tempat masing-masing.
Program ini menjadi relevan bagi para profesional yang ingin memahami General Affair secara lebih luas, khususnya mereka yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan fasilitas, administrasi perusahaan, pengadaan, maupun hubungan dengan pihak internal dan eksternal. Materi yang diberikan juga dapat menjadi bekal bagi individu yang sedang mempersiapkan diri untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan di bidang General Affair.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan Rika Hijrina, S.Sos., CHCM., CHRMP., CAHSE sebagai fasilitator. Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, fasilitator memiliki pengalaman sekitar 20 tahun di bidang HRGA serta pernah menjalankan peran sebagai Division Head Human Capital/HR/GA pada salah satu perusahaan BUMN. Pengalaman tersebut menjadi salah satu nilai tambah dalam proses pembelajaran karena peserta dapat memperoleh perspektif praktis mengenai pengelolaan General Affair yang tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan dan tantangan yang ditemui dalam lingkungan kerja.
Materi pertama yang diberikan dalam program ini adalah Peran Strategis Kepemimpinan General Affair. Materi ini menjadi dasar penting bagi peserta untuk memahami bahwa General Affair memiliki posisi yang strategis dalam mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi. Seorang General Affair Leader perlu mampu mengoordinasikan berbagai kebutuhan operasional, mengatur sumber daya, memastikan pelayanan internal berjalan dengan baik, serta mengambil keputusan yang dapat mendukung efektivitas organisasi.
Kepemimpinan dalam General Affair juga membutuhkan kemampuan untuk membangun koordinasi dengan berbagai bagian. Hal tersebut karena pekerjaan GA bersinggungan dengan banyak fungsi dalam perusahaan. General Affair dapat berinteraksi dengan manajemen, karyawan, vendor, penyedia jasa, pihak keamanan, pengelola fasilitas, maupun pihak eksternal lainnya. Oleh sebab itu, kemampuan komunikasi dan koordinasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi seorang General Affair Leader.
Materi berikutnya membahas Management Operasional dan Fasilitas. Pengelolaan fasilitas merupakan salah satu tugas utama yang sangat erat kaitannya dengan General Affair. Fasilitas yang dikelola dengan baik dapat mendukung kenyamanan, keamanan, dan produktivitas karyawan. Sebaliknya, pengelolaan fasilitas yang kurang efektif dapat menghambat kegiatan operasional dan menimbulkan berbagai permasalahan yang sebenarnya dapat dicegah melalui perencanaan serta pengawasan yang baik.
Dalam materi ini, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya pengelolaan operasional dan fasilitas secara sistematis. Seorang General Affair Leader perlu mengetahui kebutuhan organisasi, melakukan pemantauan terhadap kondisi fasilitas, memastikan pemeliharaan dilakukan secara berkala, serta mampu menentukan prioritas ketika terdapat berbagai kebutuhan operasional yang harus ditangani secara bersamaan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Administrasi dan Pengadaan. Administrasi menjadi bagian fundamental dalam kegiatan General Affair karena hampir seluruh proses operasional membutuhkan pencatatan dan dokumentasi yang tertib. Administrasi yang baik akan mempermudah proses pengawasan, pelaporan, pencarian dokumen, serta pengambilan keputusan oleh manajemen.
Sementara itu, pengadaan merupakan proses yang membutuhkan ketelitian dan profesionalisme. General Affair sering kali terlibat dalam pemenuhan kebutuhan barang maupun jasa yang diperlukan perusahaan. Karena itu, peserta perlu memahami bagaimana proses pengadaan dikelola secara efektif, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan, melakukan koordinasi, memilih penyedia, hingga memastikan barang atau jasa yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Materi selanjutnya adalah Humas dan Hubungan Eksternal GA Leader. Dalam menjalankan tugasnya, seorang General Affair Leader tidak hanya berhubungan dengan pihak internal, tetapi juga perlu membangun hubungan yang baik dengan pihak eksternal. Hubungan tersebut dapat melibatkan vendor, mitra kerja, penyedia jasa, maupun berbagai pihak lain yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
Kemampuan membangun hubungan eksternal sangat penting karena kualitas komunikasi dan koordinasi dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan. Seorang GA Leader perlu mampu menyampaikan kebutuhan organisasi dengan jelas, menjaga profesionalisme dalam berkomunikasi, serta membangun hubungan kerja yang positif dan berkelanjutan.
Materi berikutnya membahas KPI GA Leader. Key Performance Indicator atau KPI menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur pencapaian kinerja. Melalui KPI, kinerja General Affair dapat dievaluasi berdasarkan indikator yang telah ditentukan sehingga pencapaian kerja tidak hanya dinilai berdasarkan aktivitas yang dilakukan, tetapi juga berdasarkan hasil dan efektivitasnya.
Pemahaman mengenai KPI membantu seorang GA Leader untuk mengetahui apakah fungsi General Affair telah berjalan sesuai target. Evaluasi kinerja juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki, meningkatkan kualitas pelayanan internal, serta menyusun strategi pengembangan kerja yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari materi pelatihan, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai Laporan GA. Laporan merupakan bentuk dokumentasi sekaligus sarana komunikasi antara fungsi General Affair dengan pihak manajemen. Laporan yang disusun secara sistematis dapat memberikan gambaran mengenai kegiatan yang telah dilakukan, penggunaan sumber daya, kondisi fasilitas, permasalahan yang dihadapi, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Kemampuan menyusun laporan dengan baik menjadi penting bagi seorang General Affair Leader karena laporan dapat menjadi dasar bagi manajemen dalam melakukan evaluasi dan mengambil keputusan. Oleh karena itu, peserta perlu memahami bahwa pelaporan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari proses pengendalian dan peningkatan kinerja organisasi.
