
Jakarta — ESAS Management di bawah naungan PT ESAS Edukasi Indonesia kembali menghadirkan program pengembangan kompetensi profesional melalui Pelatihan Professional Corporate Advisory (CPCA). Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, dengan membahas peran penasihat korporasi dalam membantu perusahaan menentukan nilai pasar, meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, mengembangkan strategi pertumbuhan, serta menjalankan restrukturisasi keuangan dan bisnis.
Pelatihan Professional Corporate Advisory dirancang untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai fungsi advisory dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan. Di tengah perubahan pasar, perkembangan teknologi, tekanan persaingan, dan meningkatnya kompleksitas bisnis, perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu menganalisis kondisi organisasi secara menyeluruh serta memberikan rekomendasi yang objektif, strategis, dan dapat diterapkan.
Program ini dipandu langsung oleh Fauzan Daffa, S.T., M.M., MCSM., MQAA., MBM., CIPM., CTEM., Dipl. PM., selaku Master Trainer ESAS Management. Ia merupakan trainer profesional berlisensi International Project Manager sekaligus praktisi Professional Corporate Advisory yang memiliki kompetensi dalam bidang manajemen proyek, strategi bisnis, analisis organisasi, dan pengembangan perusahaan.
Latar belakang trainer tersebut memberikan nilai tambah bagi peserta karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada konsep. Materi juga dikaitkan dengan tantangan yang dapat dihadapi perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan, menentukan prioritas investasi, memperbaiki struktur bisnis, serta merespons perubahan kondisi pasar.
Seluruh rangkaian pelatihan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang memandu kegiatan mulai dari pembukaan, pengenalan narasumber, penyampaian materi, sesi interaksi, diskusi, hingga penutupan. Kehadiran moderator membantu proses pembelajaran berjalan secara sistematis, komunikatif, dan memberikan ruang bagi peserta untuk mendalami pembahasan berdasarkan kebutuhan pekerjaan maupun organisasinya.
Materi pelatihan diawali dengan pengenalan Corporate Advisory. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengertian, ruang lingkup, tujuan, serta peran penasihat korporasi dalam membantu perusahaan menghadapi berbagai keputusan strategis. Corporate advisory tidak hanya berkaitan dengan pemberian saran, tetapi juga melibatkan analisis kondisi bisnis, identifikasi masalah, penyusunan alternatif, dan evaluasi terhadap kemungkinan dampak keputusan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pentingnya Corporate Advisory dalam perusahaan. Organisasi sering menghadapi persoalan yang membutuhkan sudut pandang objektif, seperti penurunan kinerja, tingginya biaya operasional, perubahan model bisnis, kebutuhan pendanaan, ekspansi pasar, hingga restrukturisasi organisasi. Kehadiran penasihat korporasi dapat membantu manajemen memperoleh analisis yang lebih terarah sebelum mengambil keputusan penting.
Peserta juga mempelajari jenis layanan dalam Corporate Advisory. Layanan tersebut dapat mencakup konsultasi strategi, restrukturisasi bisnis, evaluasi keuangan, valuasi perusahaan, pendampingan merger dan akuisisi, peningkatan efisiensi, pengembangan model bisnis, serta evaluasi kinerja organisasi.
Pemahaman terhadap jenis layanan diperlukan agar seorang profesional dapat mengidentifikasi kebutuhan perusahaan secara tepat. Setiap organisasi memiliki persoalan dan tujuan yang berbeda, sehingga pendekatan advisory harus disesuaikan dengan kondisi, sumber daya, risiko, dan target yang ingin dicapai.
Materi berikutnya membahas proses dan metode dalam menentukan nilai pasar. Penilaian perusahaan atau aset menjadi bagian penting dalam berbagai keputusan bisnis, terutama ketika organisasi merencanakan investasi, penjualan saham, pencarian mitra, restrukturisasi, maupun merger dan akuisisi.
Peserta diarahkan untuk memahami bahwa penentuan nilai pasar tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan perkiraan. Proses tersebut memerlukan analisis terhadap kondisi keuangan, aset, potensi pendapatan, posisi pasar, risiko bisnis, prospek pertumbuhan, dan berbagai faktor lain yang memengaruhi nilai perusahaan. 
Pelatihan turut mengangkat materi strategi pertumbuhan melalui merger dan akuisisi atau M&A. Merger dan akuisisi dapat menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas pasar, memperoleh teknologi, meningkatkan kapasitas, memperkuat posisi persaingan, maupun mengakses sumber daya baru.
Namun, keputusan M&A juga memiliki risiko yang perlu dianalisis secara menyeluruh. Perusahaan perlu mempertimbangkan kesesuaian strategi, kondisi keuangan, budaya organisasi, proses integrasi, aspek hukum, dan potensi manfaat jangka panjang. Melalui materi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai pentingnya persiapan dan kajian sebelum menjalankan transaksi strategis. Materi selanjutnya membahas langkah meningkatkan efisiensi perusahaan. Efisiensi tidak hanya berarti mengurangi biaya, tetapi juga memastikan bahwa sumber daya, waktu, tenaga kerja, teknologi, dan proses digunakan secara optimal. Peserta diajak memahami bagaimana proses yang tidak efektif dapat menimbulkan pekerjaan berulang, keterlambatan, pemborosan, dan menurunnya kualitas layanan.
Peserta juga mempelajari langkah meningkatkan daya saing perusahaan. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, organisasi perlu memiliki nilai yang membedakannya dari pesaing. Daya saing dapat diperkuat melalui inovasi, kualitas produk, efisiensi operasional, pelayanan pelanggan, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta strategi pemasaran yang tepat.
Pembahasan mengenai langkah mengidentifikasi layanan dalam Corporate Advisory membantu peserta menentukan jenis pendampingan yang dibutuhkan berdasarkan kondisi perusahaan. Proses ini dimulai dengan memahami masalah utama, mengumpulkan informasi, menganalisis kesenjangan, menentukan prioritas, dan memilih layanan yang paling relevan.
Untuk memperkuat pemahaman praktis, pelatihan menyajikan studi kasus Corporate Advisory mengenai restrukturisasi keuangan dan bisnis. Restrukturisasi dapat diperlukan ketika perusahaan mengalami tekanan keuangan, perubahan pasar, penurunan produktivitas, ketidakefisienan proses, atau kebutuhan untuk mengubah arah bisnis.
Melalui studi kasus tersebut, peserta diajak memahami proses identifikasi masalah, analisis penyebab, penyusunan rekomendasi, penentuan prioritas tindakan, serta evaluasi terhadap dampak restrukturisasi. Pendekatan ini membantu peserta melihat hubungan antara analisis, strategi, implementasi, dan hasil bisnis.
Materi terakhir membahas metode dan indikator untuk evaluasi layanan Corporate Advisory. Setiap rekomendasi perlu dievaluasi untuk mengetahui efektivitasnya. Pengukuran dapat dilakukan melalui indikator keuangan, efisiensi biaya, peningkatan pendapatan, produktivitas, pertumbuhan pasar, kualitas proses, pencapaian target, maupun tingkat keberhasilan implementasi strategi.
Evaluasi membantu perusahaan menentukan apakah layanan advisory telah memberikan nilai tambah. Proses tersebut juga menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan apabila hasil yang dicapai belum sesuai dengan tujuan.
Pelatihan Professional Corporate Advisory relevan bagi konsultan bisnis, business analyst, business development, manajer, supervisor, project manager, tenaga keuangan, pemilik usaha, pengusaha, akademisi, mahasiswa, maupun profesional yang terlibat dalam proses analisis dan pengambilan keputusan strategis.
Kompetensi corporate advisory dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier karena perusahaan membutuhkan individu yang mampu memahami persoalan dari berbagai perspektif. Seorang penasihat korporasi perlu menggabungkan kemampuan analisis, komunikasi, pemecahan masalah, manajemen risiko, dan penyusunan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai bagian dari program pengembangan profesional, peserta memperoleh gelar nonakademik CPCA setelah memenuhi ketentuan program. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat kehadiran dan kelulusan sebagai bukti telah mengikuti serta menyelesaikan kegiatan pembelajaran.
Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, ESAS Management menyediakan e-modul pelatihan yang dapat digunakan sebagai bahan referensi mandiri. Peserta juga memperoleh rekaman pelatihan, sehingga materi yang telah disampaikan dapat dipelajari kembali sesuai kebutuhan.
Fasilitas akses mengulang kelas turut diberikan agar peserta memiliki kesempatan untuk memperkuat pemahaman terhadap pembahasan yang masih perlu diperdalam. Selain itu, peserta bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai ruang untuk memperluas jaringan profesional, bertukar wawasan, serta memperoleh informasi mengenai program pengembangan kompetensi selanjutnya.
Melalui Pelatihan Professional Corporate Advisory, ESAS Management berharap peserta mampu membangun pola pikir yang lebih analitis, objektif, dan strategis. Kompetensi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memberikan rekomendasi yang tepat, mendukung peningkatan kinerja, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, pelaku usaha, konsultan, manajer, dan profesional yang ingin meningkatkan kemampuan dalam bidang strategi, valuasi, efisiensi, merger dan akuisisi, serta restrukturisasi bisnis, segera hubungi ESAS Management—PT ESAS Edukasi Indonesia untuk memperoleh informasi dan mendaftarkan diri pada Pelatihan Professional Corporate Advisory (CPCA) periode berikutnya. Tingkatkan kompetensi strategis Anda bersama trainer profesional dan persiapkan diri menjadi penasihat korporasi yang mampu memberikan solusi bernilai bagi organisasi