Jakarta — ESAS Management di bawah naungan PT ESAS Edukasi Indonesia kembali menghadirkan program pengembangan kompetensi profesional melalui Pelatihan Logistic Management (CLM). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, dengan membahas pengelolaan logistik, rantai pasok, persediaan, transportasi, integrasi operasional, serta pengukuran kinerja logistik.
Pelatihan Logistic Management dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana barang, informasi, dan sumber daya dikelola secara terencana dari titik awal hingga sampai kepada pengguna. Kompetensi tersebut semakin penting karena keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuannya menyediakan barang dalam jumlah, kondisi, tempat, dan waktu yang tepat.
Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, manufaktur, pergudangan, distribusi, dan perdagangan elektronik, perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu menjaga kelancaran aliran barang sekaligus mengendalikan biaya operasional. Kesalahan dalam pengelolaan logistik dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, kelebihan atau kekurangan persediaan, pemborosan biaya, hingga menurunnya kepuasan pelanggan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Rizal Ardianto, S.T., M.T., selaku Master Trainer ESAS Management sekaligus praktisi Production Planning and Inventory Control atau PPIC serta logistik dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Pengalaman panjang narasumber dalam menangani perencanaan produksi, persediaan, dan proses logistik memberikan nilai tambah bagi peserta karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi nyata di dunia kerja.
Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang memandu acara sejak pembukaan, pengenalan narasumber, penyampaian materi, sesi interaksi, diskusi, hingga penutupan. Kehadiran moderator membantu pelatihan berlangsung secara sistematis, komunikatif, dan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan berdasarkan tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan maupun organisasinya.
Materi pelatihan diawali dengan pembahasan mengenai Logistic and Supply Chain. Peserta memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara manajemen logistik dan manajemen rantai pasok. Logistik berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang, sedangkan rantai pasok mencakup hubungan yang lebih luas antara pemasok, perusahaan, distributor, hingga pelanggan.
Melalui pemahaman tersebut, peserta diarahkan untuk melihat proses bisnis sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Gangguan pada satu bagian, seperti keterlambatan bahan baku atau kesalahan data persediaan, dapat memengaruhi proses produksi, distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi Logistic Activities. Aktivitas logistik mencakup berbagai kegiatan penting, seperti pengadaan, penerimaan barang, penyimpanan, penanganan material, pengemasan, pemrosesan pesanan, distribusi, hingga pengiriman kepada pelanggan.
Peserta mempelajari bahwa setiap aktivitas perlu dikelola melalui prosedur, data, dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Koordinasi yang tidak efektif dapat menimbulkan pekerjaan berulang, waktu tunggu yang panjang, kesalahan pencatatan, serta meningkatnya biaya operasional.
Materi Logistic Operation and Integration membahas pentingnya integrasi antarfungsi dalam kegiatan logistik. Bagian pembelian, produksi, gudang, penjualan, keuangan, dan transportasi tidak dapat bekerja secara terpisah karena keputusan pada satu unit dapat memengaruhi unit lainnya.
Integrasi proses dan informasi membantu perusahaan memperoleh data yang lebih akurat, mempercepat pengambilan keputusan, serta mencegah perbedaan informasi mengenai jumlah stok, status pesanan, maupun jadwal pengiriman. Dalam lingkungan bisnis modern, integrasi juga semakin didukung oleh penggunaan perangkat lunak, sistem informasi, dan teknologi pemantauan.
Pelatihan ini turut memberikan perhatian besar pada Inventory Control and Strategy. Pengendalian persediaan diperlukan untuk memastikan barang tersedia sesuai kebutuhan tanpa menyebabkan penumpukan yang berlebihan. Persediaan yang terlalu sedikit dapat menghambat produksi atau penjualan, sedangkan persediaan yang terlalu banyak dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan.
Melalui materi ini, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya perencanaan kebutuhan, pencatatan stok, penentuan tingkat persediaan, pengawasan barang masuk dan keluar, serta penyusunan strategi pengendalian berdasarkan karakteristik produk dan kebutuhan perusahaan.
Pemahaman mengenai persediaan menjadi kompetensi yang relevan bagi berbagai profesi, terutama staf gudang, PPIC, purchasing, supply chain, produksi, administrasi logistik, dan operasional. Ketelitian dalam membaca data stok dapat membantu perusahaan menjaga kesinambungan aktivitas sekaligus mengurangi pemborosan.
Materi berikutnya membahas Transportation Management. Transportasi merupakan bagian penting dalam kegiatan logistik karena berkaitan langsung dengan perpindahan barang dari pemasok, fasilitas produksi, gudang, distributor, hingga pelanggan.
Peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya menentukan moda transportasi, rute, jadwal, kapasitas, dan biaya pengiriman. Keputusan transportasi harus mempertimbangkan karakteristik barang, jarak, waktu pengiriman, tingkat keamanan, serta kualitas layanan yang dijanjikan kepada pelanggan.
Pengelolaan transportasi yang baik dapat membantu perusahaan menekan biaya sekaligus mempertahankan ketepatan waktu. Sebaliknya, perencanaan yang kurang tepat dapat menyebabkan keterlambatan, kerusakan barang, penggunaan kapasitas yang tidak optimal, dan meningkatnya keluhan pelanggan.
Rangkaian pembelajaran juga mencakup Logistic Performance atau pengukuran kinerja logistik. Peserta mempelajari pentingnya indikator kinerja untuk mengetahui apakah proses logistik telah berjalan secara efektif dan efisien.
Kinerja dapat diukur melalui tingkat ketepatan pengiriman, akurasi persediaan, kecepatan pemrosesan pesanan, biaya logistik, tingkat kerusakan barang, penggunaan kapasitas gudang, maupun kepuasan pelanggan. Melalui pengukuran tersebut, organisasi dapat mengetahui bagian yang telah berjalan baik dan proses yang masih memerlukan perbaikan.
Pelatihan Logistic Management relevan bagi staf logistik, PPIC, warehouse, purchasing, procurement, supply chain, transportasi, produksi, distribusi, administrasi, supervisor, manajer operasional, pemilik usaha, mahasiswa, maupun profesional yang ingin mengembangkan karier di bidang logistik dan rantai pasok.
Penguasaan logistik dapat memberikan nilai tambah dalam dunia kerja karena hampir seluruh organisasi membutuhkan proses pengadaan, penyimpanan, pencatatan, dan distribusi barang. Tenaga profesional yang mampu mengelola proses tersebut secara akurat akan membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, dan menjaga kualitas pelayanan.
Sebagai bagian dari program pengembangan profesional, peserta memperoleh gelar nonakademik CLM setelah memenuhi ketentuan program. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat kehadiran dan kelulusan sebagai bukti telah mengikuti serta menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Untuk mendukung proses belajar berkelanjutan, ESAS Management menyediakan e-modul pelatihan yang dapat digunakan sebagai referensi mandiri. Peserta turut memperoleh rekaman pelatihan, sehingga pembahasan dari trainer dapat dipelajari kembali sesuai kebutuhan.
Fasilitas akses mengulang kelas juga diberikan untuk membantu peserta memperkuat pemahaman terhadap materi yang belum sepenuhnya dikuasai. Selain itu, peserta bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai ruang untuk membangun jaringan, bertukar informasi, dan memperoleh pembaruan mengenai program pengembangan kompetensi berikutnya.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Logistic Management, ESAS Management berharap peserta mampu memahami aktivitas logistik secara lebih menyeluruh, mengelola persediaan dengan lebih tepat, serta mendukung terciptanya proses distribusi yang efisien dan terintegrasi.
Bagi mahasiswa, pelaku usaha, dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang logistik, persediaan, pergudangan, transportasi, serta rantai pasok, segera hubungi dan daftarkan diri melalui ESAS Management—PT ESAS Edukasi Indonesia untuk mengikuti Pelatihan Logistic Management (CLM) pada periode berikutnya. Tingkatkan kemampuan Anda bersama trainer berpengalaman dan persiapkan diri menjadi profesional logistik yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan industri.
