
Jakarta — ESAS Management di bawah naungan PT ESAS Edukasi Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan Professional HR Transformation Neuro Linguistic Programming (C.HRNLP). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Selasa–Rabu, 21–22 Juli 2026, pukul 19.30–21.30 WIB.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami proses transformasi sumber daya manusia dengan mengintegrasikan pendekatan pengembangan kompetensi, komunikasi, coaching, serta teknik Neuro Linguistic Programming atau NLP. Program tersebut relevan bagi profesional yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam mengelola talenta, mengatasi kesenjangan kompetensi, membangun komunikasi yang lebih efektif, dan menjadi penggerak perubahan di lingkungan organisasi.
Kegiatan dipandu langsung oleh Eris Sutrisna, S.Pd., M.M., CMT., CMT.HRNLP., selaku Founder dan Chief Executive Officer ESAS Management sekaligus Master Trainer HRNLP Internasional. Dengan pengalaman di bidang pelatihan, pengembangan kompetensi, dan transformasi sumber daya manusia, materi disampaikan tidak hanya dalam bentuk konsep, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai situasi yang dapat ditemukan dalam organisasi.
Seluruh rangkaian pelatihan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata. Moderator memandu kegiatan sejak pembukaan, penyampaian materi, sesi interaksi, hingga diskusi antara trainer dan peserta. Kehadiran moderator turut membantu proses pembelajaran berlangsung secara sistematis, komunikatif, dan terarah.
Dalam dunia kerja yang terus berubah, organisasi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan teknologi. Keberhasilan transformasi juga sangat bergantung pada kesiapan manusia yang menjalankan perubahan tersebut. Perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu memahami perilaku individu, mengembangkan potensi karyawan, memperkuat komunikasi, dan membantu anggota organisasi menyesuaikan diri dengan target maupun pola kerja baru.
Pelatihan Professional HR Transformation Neuro Linguistic Programming menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan pemahaman mengenai konsep HR Transformation berbasis NLP. Peserta mempelajari bagaimana perubahan dalam pengelolaan sumber daya manusia dapat dimulai melalui peningkatan kesadaran, pola komunikasi, cara berpikir, serta pendekatan pengembangan individu yang lebih terstruktur. 
Materi berikutnya membahas cara mengembangkan kompetensi dan talenta secara sistematis. Pengembangan talenta tidak dapat dilakukan hanya melalui pelatihan sesaat, melainkan memerlukan identifikasi kebutuhan, pemetaan potensi, penentuan target, serta proses evaluasi yang berkelanjutan. Melalui materi ini, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya menyelaraskan potensi individu dengan kebutuhan organisasi.
Peserta juga mempelajari cara melakukan analisis dan penanganan kesenjangan atau GAP kompetensi. Kesenjangan kompetensi dapat terjadi ketika kemampuan yang dimiliki seseorang belum sesuai dengan standar jabatan maupun tuntutan pekerjaan. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas, kualitas pekerjaan, dan pencapaian target organisasi.
Melalui proses analisis yang sistematis, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat, menentukan prioritas pengembangan, serta memilih pendekatan pembinaan yang sesuai. Langkah ini penting bagi profesional human resources, human capital, supervisor, maupun pemimpin tim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kinerja anggota organisasi.
Materi mengenai peningkatan produktivitas dan kinerja juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta memperoleh wawasan mengenai hubungan antara pola komunikasi, motivasi, kejelasan tujuan, dan performa kerja. Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh cara individu memahami tugas, merespons tantangan, dan membangun kebiasaan kerja yang mendukung pencapaian target.
Selain itu, peserta dibekali materi tentang cara membangun komunikasi yang efektif. Dalam organisasi, berbagai permasalahan sering kali muncul karena pesan tidak disampaikan atau diterima dengan tepat. Komunikasi yang efektif membantu mengurangi kesalahpahaman, memperkuat kolaborasi, dan membangun hubungan kerja yang lebih sehat.
Pemahaman terhadap gaya komunikasi juga penting bagi pemimpin maupun praktisi sumber daya manusia ketika memberikan arahan, menangani konflik, menyampaikan evaluasi, atau mendampingi proses perubahan. Dengan komunikasi yang lebih terstruktur, pesan organisasi dapat disampaikan secara jelas dan lebih mudah dipahami oleh pihak yang terlibat. Pelatihan kemudian membahas penggunaan teknik NLP untuk coaching dan pengembangan sumber daya manusia. Peserta diperkenalkan pada pendekatan komunikasi dan eksplorasi pola pikir yang dapat digunakan untuk membantu individu mengenali hambatan, menyusun tujuan, serta merancang langkah pengembangan diri.
Dalam konteks organisasi, coaching dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kompetensi, perubahan perilaku kerja, pengembangan kepemimpinan, dan penyelesaian kendala performa. Pendekatan ini mendorong individu untuk terlibat aktif dalam proses pengembangannya, bukan sekadar menerima instruksi secara satu arah.
Rangkaian materi ditutup dengan pembahasan mengenai peran peserta sebagai agen transformasi di organisasi. Agen transformasi tidak selalu harus berasal dari jajaran pimpinan tertinggi. Staf HR, supervisor, koordinator, trainer internal, maupun anggota tim dapat berkontribusi dalam membangun budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan manusia.
Melalui pelatihan ini, peserta diarahkan agar mampu memahami perubahan, mengomunikasikan tujuan transformasi, mendampingi individu yang mengalami hambatan, serta menjaga agar proses pengembangan tetap berjalan secara berkelanjutan. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting ketika organisasi menghadapi perubahan teknologi, restrukturisasi, peningkatan target, maupun pergeseran kebutuhan pasar.
Sebagai bagian dari program pengembangan profesional, peserta memperoleh gelar nonakademik C.HRNLP dari HRNLP Internasional setelah memenuhi ketentuan program. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat pelatihan sebagai bukti keikutsertaan dan pengembangan kompetensi.
Selain itu, peserta memperoleh bonus aset konten yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas profesional, edukasi, maupun pengembangan personal branding. Peserta juga bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai ruang untuk membangun jaringan, bertukar informasi, serta memperoleh pembaruan mengenai kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi berikutnya.
Pelatihan Professional HR Transformation Neuro Linguistic Programming relevan bagi praktisi human resources dan human capital, pimpinan organisasi, supervisor, trainer, coach, konsultan, pengusaha, mahasiswa, maupun profesional yang ingin meningkatkan kemampuan dalam komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui penyelenggaraan program ini, ESAS Management berharap dapat terus menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan organisasi masa kini. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya untuk membantu individu dan organisasi berkembang secara lebih terarah.
Bagi masyarakat dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang transformasi sumber daya manusia, coaching, komunikasi, dan pengembangan talenta, segera hubungi ESAS Management—PT ESAS Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal dan pendaftaran Pelatihan Professional HR Transformation Neuro Linguistic Programming (C.HRNLP) pada periode berikutnya. Jadilah bagian dari profesional yang siap tumbuh, memimpin perubahan, dan memberikan dampak positif bagi organisasi