Jakarta, 14 Juli 2026 – Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk meningkatnya jumlah tindak kejahatan yang memanfaatkan media digital. Mulai dari pencurian data, penyalahgunaan perangkat elektronik, manipulasi dokumen digital, hingga kejahatan siber lainnya, seluruhnya memerlukan proses investigasi yang dilakukan secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Menjawab kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang tersebut, ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) kembali menghadirkan program Certified Junior Digital Forensic Investigator (CJDFI) yang akan diselenggarakan secara online melalui Zoom pada Selasa, 14 Juli 2026.

Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip-prinsip dasar digital forensik kepada para profesional, aparat penegak hukum, auditor, praktisi teknologi informasi, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang investigasi digital. Dengan menggabungkan teori, praktik, serta studi kasus yang relevan, peserta diharapkan mampu memahami bagaimana proses identifikasi, pengamanan, analisis, hingga pelaporan barang bukti digital dilakukan sesuai kaidah yang berlaku.

Kegiatan pelatihan akan dipandu oleh Muhammad Raffi Almadani, S.M sebagai moderator yang akan memastikan jalannya diskusi berlangsung aktif, interaktif, dan memberikan ruang bagi peserta untuk berdialog langsung dengan narasumber. Adapun materi akan disampaikan oleh Iwan Sonjaya, S.T., M.T., CEH., CCSA., seorang praktisi sekaligus trainer yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang keamanan informasi, ethical hacking, serta digital forensic investigation.

Pelatihan diawali dengan pembahasan mengenai Apa Itu Digital Forensics, yang memberikan pemahaman dasar mengenai ruang lingkup digital forensik, tujuan investigasi digital, serta peran penting disiplin ilmu ini dalam mendukung proses pembuktian di era digital. Peserta juga akan diajak memahami Urgensi Digital Forensics, mengingat semakin banyak aktivitas masyarakat dan organisasi yang bergantung pada perangkat elektronik dan sistem informasi.

Materi berikutnya membahas Pedoman dan Tahapan Pemeriksaan Barang Bukti Digital, mulai dari proses identifikasi, akuisisi, preservasi, analisis, hingga dokumentasi barang bukti digital agar integritas data tetap terjaga dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses investigasi. Peserta juga akan mempelajari Metode Penyembunyian dan Recovering Data, yaitu bagaimana data dapat disembunyikan oleh pelaku serta teknik dasar yang digunakan untuk menemukan dan memulihkan kembali data tersebut secara profesional.

Untuk memperkuat kompetensi teknis, trainer akan memperkenalkan berbagai Tool Digital Forensic yang umum digunakan dalam proses investigasi digital. Peserta akan memperoleh gambaran mengenai fungsi, manfaat, dan penerapan berbagai perangkat lunak pendukung investigasi sehingga mampu memahami proses kerja digital forensik secara lebih komprehensif.

Tidak hanya berhenti pada proses analisis, pelatihan juga membahas Laporan Pemeriksaan Investigasi Digital Forensic, yang menjadi salah satu komponen penting dalam penyampaian hasil investigasi secara sistematis, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai materi yang menarik dan aplikatif, peserta juga akan mengikuti pembahasan mengenai Ijazah Palsu dalam Perspektif Digital Forensic, sebuah studi kasus yang mengulas bagaimana pendekatan digital forensik dapat digunakan untuk membantu proses identifikasi dan analisis terhadap dokumen digital. Selain itu, peserta juga akan memperoleh Bonus Digital Forensic berupa tambahan wawasan dan pembahasan eksklusif yang semakin memperkaya pengalaman belajar.

Selain memperoleh materi langsung dari trainer yang kompeten, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat yang mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berhak memperoleh Gelar Non Akademik Certified Junior Digital Forensic Investigator (CJDFI) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dipelajari. ESAS Management juga memberikan e-Sertifikat Kehadiran dan e-Sertifikat Kelulusan, e-Modul Pelatihan, rekaman pelatihan yang dapat dipelajari kembali kapan saja, akses mengulang kelas sesuai ketentuan, serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management untuk memperluas jaringan profesional dan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan melalui komunitas alumni.

Melalui penyelenggaraan Certified Junior Digital Forensic Investigator (CJDFI), ESAS Management kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Di tengah meningkatnya transformasi digital, kemampuan memahami prinsip-prinsip digital forensik menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan oleh berbagai profesi, baik di sektor pemerintahan, penegakan hukum, perusahaan, maupun industri teknologi informasi.

Daftarkan Diri Anda Sekarang!

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan di bidang investigasi digital bersama praktisi yang berpengalaman. Jadilah bagian dari profesional yang siap menghadapi tantangan era digital melalui Certified Junior Digital Forensic Investigator (CJDFI) yang diselenggarakan oleh ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia).

Segera daftarkan diri Anda dan kembangkan kemampuan investigasi digital bersama ESAS Management. Karena kompetensi hari ini adalah investasi terbaik untuk menghadapi tantangan keamanan digital di masa depan.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version