Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memiliki sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang efisien, akurat, serta mampu merespons perubahan permintaan pasar dengan cepat. Dalam kondisi tersebut, peran Production Planning and Inventory Control (PPIC) menjadi semakin strategis karena berfungsi sebagai penghubung utama antara proses produksi, pengelolaan persediaan, dan rantai pasok (supply chain). Menjawab kebutuhan tersebut, ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) kembali menghadirkan program Certified Production Planning Control Management (CPPCM) yang akan diselenggarakan pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, secara online melalui Zoom.
Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, strategi, serta praktik terbaik dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Peserta akan dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri manufaktur modern sehingga mampu berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mendukung keberhasilan proses bisnis perusahaan.
Pelatihan akan dipandu langsung oleh Rizal Ardianto, S.T., M.T., seorang praktisi dan trainer yang berpengalaman di bidang manufaktur, operasi, logistik, dan supply chain management. Dengan pengalaman yang dimiliki, beliau akan membagikan wawasan praktis mengenai bagaimana sistem PPIC dapat diterapkan secara efektif untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Jalannya pelatihan akan dipandu oleh Muhammad Akbar Ramadhan, S.T., CDMS. (Abi) selaku moderator, sehingga setiap sesi berlangsung secara interaktif, komunikatif, serta memberikan ruang diskusi yang produktif bagi seluruh peserta.
Di era industri yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memastikan proses produksi berjalan sesuai jadwal, biaya tetap terkendali, dan kebutuhan pelanggan terpenuhi tepat waktu. Kesalahan dalam perencanaan produksi maupun pengelolaan persediaan dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, kelebihan stok, kekurangan bahan baku, hingga meningkatnya biaya operasional. Oleh karena itu, kompetensi di bidang Production Planning and Inventory Control menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur maupun organisasi yang memiliki aktivitas produksi.
Melalui program Certified Production Planning Control Management (CPPCM), peserta akan mempelajari berbagai materi yang dirancang sesuai kebutuhan industri. Pembelajaran diawali dengan materi PPIC & Supply Chain, yang memberikan pemahaman mengenai hubungan strategis antara fungsi PPIC dengan sistem rantai pasok dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Peserta akan memahami bagaimana koordinasi antarbagian menjadi kunci dalam menciptakan proses produksi yang efisien.
Selanjutnya, peserta akan mendalami Connection between Manufacture & PPIC, yaitu hubungan antara proses manufaktur dengan fungsi perencanaan dan pengendalian produksi. Materi ini membantu peserta memahami bagaimana PPIC berperan sebagai pusat koordinasi dalam mengatur kebutuhan material, kapasitas produksi, hingga jadwal pengiriman produk kepada pelanggan.
Program ini juga membahas Why Production Planning is Important, yang menjelaskan pentingnya perencanaan produksi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional. Peserta akan memahami bagaimana perencanaan yang baik mampu meningkatkan produktivitas, meminimalkan pemborosan, serta mendukung pencapaian target perusahaan secara lebih efektif.
Untuk memperkuat kemampuan pengelolaan persediaan, peserta akan mempelajari What Inventory Control, yang membahas konsep dasar pengendalian stok serta penerapannya dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan efisiensi biaya. Materi kemudian dilanjutkan dengan Best Ways to Avoid Inventory Losses, yang memberikan berbagai strategi dalam mencegah kehilangan persediaan akibat kesalahan pencatatan, penyimpanan, maupun proses distribusi.
Sebagai penutup, peserta akan mendalami PPIC Key Performances, yaitu indikator-indikator utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas fungsi PPIC dalam mendukung keberhasilan operasional perusahaan. Pemahaman terhadap Key Performance Indicators (KPI) ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk melakukan evaluasi, perbaikan proses, serta peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Selain memperoleh materi yang komprehensif dan aplikatif, setiap peserta juga akan mendapatkan berbagai benefit eksklusif dari ESAS Management, yaitu Gelar Non Akademik CPPCM, E-Sertifikat Kehadiran dan Kelulusan, E-Modul Pelatihan, rekaman pelatihan yang dapat dipelajari kembali kapan saja, akses mengulang kelas untuk memperdalam pemahaman materi, serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai wadah memperluas jaringan profesional, bertukar pengalaman, dan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Certified Production Planning Control Management (CPPCM), ESAS Management kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri manufaktur dan supply chain. Dengan kurikulum yang aplikatif, trainer yang kompeten, serta metode pembelajaran yang fleksibel melalui Zoom, program ini sangat tepat diikuti oleh staf PPIC, planner produksi, inventory controller, supervisor produksi, warehouse officer, praktisi supply chain, pelaku industri manufaktur, maupun profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang perencanaan dan pengendalian produksi.
Bagi Anda yang ingin memperkuat kemampuan dalam mengelola proses produksi, mengoptimalkan pengendalian persediaan, serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, inilah kesempatan yang tepat untuk mengembangkan kompetensi. Segera daftarkan diri Anda pada program Certified Production Planning Control Management (CPPCM) bersama ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) dan belajar langsung bersama Rizal Ardianto, S.T., M.T. Raih Gelar Non Akademik CPPCM, nikmati berbagai fasilitas pembelajaran eksklusif, dan jadilah profesional yang siap menghadapi tantangan industri manufaktur modern dengan kompetensi yang unggul.
