
Jakarta, 30 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Artificial Intelligence (AI), telehealth, digital clinics, hingga pemanfaatan data dan teknologi digital dalam pengambilan keputusan klinis semakin memperluas cara tenaga profesional memahami dan memberikan layanan kesehatan. Kondisi ini membuat penguasaan literasi digital tidak lagi cukup—dibutuhkan kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dengan wawasan medis secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Menjawab kebutuhan tersebut, ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) menghadirkan program CERTIFIED MASTERY IN DIGITAL AND MEDICAL SCIENCES (C.MD.MSc) yang diselenggarakan secara online melalui Zoom pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Program ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai persinggungan antara perkembangan teknologi digital dan ilmu kedokteran. Tidak hanya membahas teknologi sebagai alat, pelatihan juga mengajak peserta memahami bagaimana transformasi digital dapat diarahkan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, pelayanan kesehatan, kesehatan masyarakat, hingga tata kelola dan etika di bidang medis.
Pelatihan ini menghadirkan dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. sebagai trainer/narasumber yang kompeten. Dengan pembahasan yang menggabungkan perspektif digital dan medical sciences, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami perkembangan teknologi kesehatan dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Muhammad Raffi Almadani, S.M sebagai moderator.
Dari Digital Literacy Menuju Digital Clinical Wisdom
Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah “From Digital Literacy to Digital Clinical Wisdom.” Materi tersebut menjadi fondasi penting untuk memahami bahwa kemampuan menggunakan teknologi digital perlu berkembang menjadi kemampuan mengambil keputusan dan bertindak secara tepat dalam konteks kesehatan.
Transformasi digital dalam layanan kesehatan juga menjadi pembahasan penting melalui materi “Digital Transformation in Healthcare 6.0.” Peserta diajak melihat bagaimana perkembangan teknologi dapat mengubah ekosistem pelayanan kesehatan dan menciptakan peluang baru bagi profesional di bidang medis maupun sektor pendukung kesehatan.
Tidak kalah menarik, materi “AI-Enhanced Medicine: From Algorithms to Digital Twins in Clinical Decision Making” membawa peserta mengenal perkembangan AI dalam kedokteran. Pembahasan mengenai algoritma hingga konsep digital twins memberikan gambaran mengenai semakin luasnya potensi teknologi dalam mendukung proses pengambilan keputusan klinis.
Mengenal Telehealth, Digital Wellness, hingga Digital Addiction
Perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan juga menjadi bagian dari transformasi digital. Melalui materi “Telehealth, Digital Clinics, and Public Health 6.0,” peserta mendapatkan perspektif mengenai perkembangan telehealth, klinik digital, serta implikasinya terhadap kesehatan masyarakat.
Namun, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, Digital Wellness and Digital Addiction in Medicine menjadi materi yang relevan untuk memahami bagaimana penggunaan teknologi secara berlebihan dapat menjadi perhatian dalam konteks kesehatan.
Pelatihan kemudian dilengkapi dengan pembahasan Digital Governance, Ethics, and Policy in Medical Sciences. Aspek tata kelola, etika, dan kebijakan menjadi semakin penting ketika teknologi seperti AI dan sistem digital mulai terintegrasi ke dalam berbagai aktivitas medis. Profesional tidak hanya dituntut memahami apa yang dapat dilakukan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Investasi Kompetensi untuk Era Medical Technology
Perubahan industri kesehatan yang semakin terdigitalisasi menciptakan kebutuhan terhadap profesional yang mampu memahami perkembangan teknologi sekaligus melihat dampaknya terhadap dunia medis. Kompetensi semacam ini dapat menjadi nilai tambah bagi tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, profesional industri kesehatan, maupun individu yang memiliki ketertarikan pada perkembangan medical technology.
Melalui program C.MD.MSc, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar bersama trainer kompeten, tetapi juga mendapatkan Gelar Non Akademik C.MD.MSc sebagai bagian dari benefit program. Selain itu, tersedia eSertifikat Kehadiran & Kelulusan, eModul Pelatihan, Rekaman Pelatihan, serta Akses Mengulang Kelas, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan.
Peserta juga mendapatkan akses ke Grup Bina Alumni ESAS Management, yang dapat menjadi ruang untuk membangun networking dan menjaga koneksi dengan sesama peserta maupun alumni program ESAS Management.
Di tengah pesatnya perkembangan AI dan digitalisasi layanan kesehatan, kemampuan memahami teknologi secara kritis dan kontekstual menjadi semakin bernilai. Masa depan dunia medis bukan hanya tentang teknologi yang semakin canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menciptakan layanan yang lebih efektif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan manusia.
Saatnya Bersiap Menghadapi Masa Depan Digital Medicine
CERTIFIED MASTERY IN DIGITAL AND MEDICAL SCIENCES (C.MD.MSc) menjadi kesempatan bagi para profesional untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang medis.
Jika Anda ingin memahami lebih jauh mengenai AI-enhanced medicine, telehealth, digital clinics, digital wellness, digital governance, hingga transformasi kesehatan 6.0, jangan lewatkan kesempatan belajar bersama ESAS Management.
Mari tingkatkan kompetensi, perluas perspektif, dan bersiap menjadi profesional yang lebih adaptif di tengah transformasi digital dunia kesehatan. Daftarkan diri Anda melalui ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan medical sciences yang semakin digital, inovatif, dan human-centered.