
Jakarta, 24 Agustus 2026 — Krisis dapat muncul kapan saja dan dalam berbagai bentuk, mulai dari keluhan pelanggan, kesalahan komunikasi internal, isu reputasi, hingga persoalan yang berkembang di ruang publik dan media digital. Dalam situasi tersebut, kecepatan merespons saja tidak cukup. Organisasi membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar mampu mengendalikan situasi, menjaga kepercayaan publik, serta meminimalkan dampak terhadap reputasi.
Melihat kebutuhan tersebut, ESAS Management melalui PT ESAS Edukasi Indonesia menghadirkan program Crisis Communication Strategy, sebuah pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai bagaimana menghadapi, mengelola, dan mengomunikasikan situasi krisis secara lebih terstruktur.
Program pelatihan ini dilaksanakan secara online melalui Live Zoom Meeting pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 15.30–17.30 WIB. Kegiatan ditujukan bagi individu yang ingin meningkatkan kompetensi komunikasi profesional dan memahami langkah strategis dalam menghadapi situasi krisis.
Komunikasi Menjadi Kunci Saat Krisis Terjadi
Dalam kondisi normal, komunikasi sering kali berjalan secara rutin dan terstruktur. Namun ketika krisis terjadi, tekanan meningkat, informasi dapat berubah dengan cepat, dan publik membutuhkan penjelasan yang kredibel. Kesalahan dalam menyampaikan informasi bahkan dapat memperbesar masalah yang sebenarnya masih dapat dikendalikan.
Karena itu, kemampuan mengelola komunikasi krisis menjadi kompetensi yang semakin relevan bagi profesional di berbagai bidang. Seorang pemimpin, staf komunikasi, customer relations, praktisi bisnis, maupun individu yang berhadapan langsung dengan publik perlu memahami bagaimana menentukan pesan, memilih pendekatan komunikasi, serta menjaga konsistensi informasi ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. 
Melalui pelatihan Crisis Communication Strategy, peserta diarahkan untuk memahami konsep komunikasi krisis sekaligus mengenali berbagai langkah yang dapat dilakukan sebelum, selama, dan setelah krisis berlangsung.
Dipandu Trainer Berpengalaman Pelatihan ini menghadirkan Febi Ismail, S.H., CT, CPS sebagai fasilitator. Ia merupakan Master Trainer ESAS Management, dengan kompetensi di bidang komunikasi spesialis, KYC–AML, trainer, serta public speaking BNSP.
Kehadiran trainer dengan latar belakang tersebut memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran karena peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh perspektif praktis mengenai komunikasi, penyampaian pesan, dan pengelolaan situasi yang membutuhkan respons profesional.
Kegiatan juga dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang membantu menjaga alur kegiatan agar pembelajaran berlangsung komunikatif dan terarah.
Materi yang Relevan dengan Tantangan Profesional
Materi pelatihan disusun dengan fokus pada kompetensi dasar yang dapat langsung dipahami dan dikembangkan peserta. Pembahasan dimulai dari memahami konsep komunikasi krisis, sehingga peserta memiliki fondasi mengenai karakteristik dan dinamika komunikasi ketika sebuah organisasi atau individu menghadapi krisis.
Selanjutnya, peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi potensi krisis sejak dini. Kemampuan melakukan identifikasi awal menjadi penting karena semakin cepat potensi masalah dikenali, semakin besar peluang organisasi untuk menyiapkan respons sebelum situasi berkembang menjadi lebih serius.
Pelatihan juga membahas penentuan strategi komunikasi yang tepat saat krisis terjadi, termasuk bagaimana menjaga kepercayaan publik, pelanggan, dan pemangku kepentingan. Selain itu, peserta akan diperkenalkan pada cara menyusun rencana komunikasi krisis sederhana sebagai langkah awal untuk membangun kesiapsiagaan komunikasi.
Materi tersebut membuat pelatihan tidak hanya relevan bagi mereka yang bekerja di bidang komunikasi atau hubungan masyarakat, tetapi juga bagi profesional yang memiliki tanggung jawab terhadap pelanggan, tim, organisasi, maupun pemangku kepentingan.
Lebih dari Sekadar Mengikuti Kelas
Peserta yang mengikuti program ini tidak hanya memperoleh pengalaman belajar selama sesi berlangsung. ESAS Management menyediakan sejumlah benefit yang mendukung proses pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Peserta berkesempatan memperoleh gelar non-akademik CAC, E-Sertifikat Kehadiran & Kelulusan, serta E-Modul Pelatihan sebagai materi pendukung. Selain itu, peserta mendapatkan rekaman pelatihan yang memungkinkan materi dipelajari kembali setelah kelas selesai.
Peserta juga memperoleh akses mengulang kelas serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya ESAS Management untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang tidak berhenti ketika sesi pelatihan berakhir.
Bangun Kesiapan Sebelum Krisis Datang
Krisis tidak selalu dapat diprediksi, tetapi kesiapan menghadapinya dapat dibangun. Profesional yang memahami prinsip komunikasi krisis memiliki bekal lebih baik untuk merespons situasi secara tenang, terukur, dan bertanggung jawab.
Melalui Crisis Communication Strategy, ESAS Management mengajak para profesional dan calon profesional untuk tidak sekadar belajar bagaimana berbicara ketika masalah terjadi, tetapi memahami bagaimana merancang komunikasi yang mampu melindungi kepercayaan, reputasi, dan hubungan dengan para pemangku kepentingan.
Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan komunikasi profesional sekaligus membangun kesiapan menghadapi situasi krisis, Crisis Communication Strategy dari ESAS Management dapat menjadi langkah pengembangan kompetensi yang relevan.
Jangan menunggu sampai krisis datang untuk belajar bagaimana menghadapinya. Kunjungi website resmi ESAS Management, pilih program Crisis Communication Strategy, dan lakukan pendaftaran secara online. Jadikan kesempatan ini sebagai investasi untuk membangun kemampuan komunikasi yang lebih strategis, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan. 