Pelatihan Certified Inventory Management (CIM) Batch 38 yang diselenggarakan oleh ESAS Management pada Selasa malam, 3 November 2026, berlangsung dengan lancar melalui Zoom Meeting dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Acara ini diikuti oleh enam peserta dari berbagai latar belakang profesi yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendalami manajemen persediaan, terdiri dari praktisi gudang, staf PPIC (Production Planning and Inventory Control), karyawan perusahaan manufaktur dan logistik, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang pengelolaan dan pengontrolan persediaan barang secara profesional dan efisien.

 

Acara dibuka oleh moderator St. Nur’aeni, S.Akt. yang kemudian langsung memberikan kesempatan kepada trainer Rizal Ardianto, S.T., M.T., selaku Master Trainer ESAS Management serta praktisi PPIC & Logistic dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, untuk memaparkan materi pelatihan. Trainer menyampaikan secara komprehensif berbagai topik penting dalam manajemen persediaan, yaitu Inventory Management Introduction yang mencakup pemahaman dasar tentang konsep, tujuan, dan ruang lingkup pengelolaan persediaan di perusahaan. Selanjutnya, materi tentang Inventory Performance yang membahas cara mengukur dan mengevaluasi kinerja persediaan melalui berbagai indikator. Trainer juga menjelaskan tentang Inventory Control System yang mencakup sistem pengendalian persediaan secara keseluruhan, Fixed Quantity dan Fixed Time Order yang membahas metode pemesanan barang dalam jumlah atau waktu yang tetap, Re Order Point yang mengajarkan cara menentukan titik pemesanan ulang yang tepat agar tidak terjadi kekurangan stok, Bin System yang membahas sistem penataan dan penyimpanan barang di gudang, Vendor Manage Inventory yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan persediaan yang diserahkan kepada pemasok, Order Quantity yang mengajarkan penentuan jumlah pesanan yang ekonomis, serta Safety Stock Analysis yang memberikan panduan dalam menentukan persediaan pengaman untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan.

Seluruh materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan komunikatif, trainer yang merupakan praktisi PPIC dan logistik berpengalaman aktif melibatkan peserta dalam setiap sesi, memberikan kesempatan bertanya, serta merespons dengan jelas setiap pertanyaan yang diajukan. Pendekatan yang interaktif ini membuat suasana pelatihan menjadi hidup dan peserta tidak merasa bosan, bahkan materi yang kompleks pun terasa mudah dipahami karena disertai dengan contoh-contoh kasus nyata di lapangan, seperti perhitungan safety stock dan penentuan re order point di industri manufaktur. Para peserta yang sebagian besar bekerja di bagian gudang dan PPIC terlihat sangat antusias berbagi pengalaman tentang tantangan kelebihan atau kekurangan stok di perusahaan mereka masing-masing. Sepanjang pelatihan berlangsung, suasana Zoom Meeting kondusif dan peserta terlihat serius menyimak setiap pemaparan serta aktif mengikuti sesi diskusi dan latihan perhitungan yang diberikan. Meskipun dilaksanakan di malam hari setelah jam kerja, keenam peserta tetap menunjukkan semangat hingga sesi terakhir. Moderator St. Nur’aeni, S.Akt. bertugas mengatur jalannya acara agar tetap sesuai jadwal, dan seluruh agenda berjalan tertib serta tepat waktu tanpa kendala teknis yang berarti selama pelaksanaan Zoom Meeting.

 

Pelatihan dua jam ini dirancang sangat efisien, trainer berhasil menyampaikan materi yang padat namun komprehensif sehingga peserta mendapatkan pemahaman utuh tentang manajemen persediaan tanpa merasa terbebani. Memasuki akhir sesi, trainer menyampaikan bahwa proses evaluasi terhadap keenam peserta akan dilakukan secara menyeluruh dengan penilaian mencakup tiga aspek utama yaitu Sikap Kerja (30%), Pengetahuan (30%), dan Keterampilan (40%) yang dinilai berdasarkan partisipasi aktif, pemahaman materi, serta kemampuan praktis dalam menerapkan konsep manajemen persediaan yang telah dipelajari. Hasil penilaian tersebut tidak diumumkan pada malam hari itu juga, melainkan akan disampaikan maksimal H+7 hari kerja setelah pelatihan sebagaimana prosedur standar ESAS Management. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses evaluasi berjalan cermat dan objektif sehingga setiap peserta mendapatkan penilaian yang adil sesuai dengan kompetensi yang telah ditunjukkan selama pelatihan berlangsung. Standar minimum kelulusan yang ditetapkan adalah nilai 70, dan peserta yang berhasil memenuhi standar tersebut berhak menyandang gelar non-akademik CIM (Certified Inventory Management) sebagai pengakuan atas kompetensi di bidang manajemen persediaan profesional.

 

Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta berhak atas berbagai benefit eksklusif dari ESAS Management. Fasilitas tersebut meliputi E-Sertifikat Kehadiran & Kelulusan sebagai bukti partisipasi dan kompetensi, E-Modul Pelatihan yang dapat diunduh dan dipelajari kembali kapan saja untuk memperdalam pemahaman, rekaman pelatihan dan akses mengulang kelas untuk meninjau kembali materi yang telah disampaikan oleh trainer, serta keanggotaan dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai komunitas profesional yang memungkinkan mereka untuk terus berjejaring, berbagi pengalaman, dan memperoleh informasi terbaru seputar dunia manajemen persediaan dan rantai pasok.

 

Pelatihan Certified Inventory Management Batch 38 yang berlangsung pada 3 November 2026 ini berjalan dengan sukses. Dengan bekal sertifikasi CIM yang akan segera mereka terima setelah pengumuman hasil kelulusan, para peserta kini memiliki fondasi kompetensi yang kuat untuk mengembangkan karir di bidang manajemen persediaan dan operasional gudang. ESAS Management berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa guna mencetak lebih banyak profesional manajemen persediaan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pengelolaan stok yang semakin kompleks di era bisnis modern. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan dapat diakses melalui akun Instagram @esas.management, sedangkan kegiatan ESAS Management dapat dipantau melalui @esas.news.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version