Jakarta, 14 September 2026 – Industri pariwisata terus mengalami perkembangan dengan munculnya berbagai kebutuhan dan preferensi wisatawan, termasuk meningkatnya minat terhadap konsep pariwisata berbasis prinsip Islam. Islamic tourism tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga mencakup penyediaan akomodasi, makanan dan minuman halal, pelayanan yang sesuai dengan prinsip syariah, hingga pengelolaan bisnis yang memperhatikan aspek etika dan kepatuhan.
Sebagai bentuk upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata halal, ESAS Management menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi Islamic Tourism Specialist (CITS) Batch #02. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, pengelolaan, pemasaran, hingga aspek regulasi dan risiko dalam industri Islamic tourism.
Pelatihan Islamic Tourism Specialist (CITS) dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, pukul 19.00–21.00 WIB secara daring melalui Live Zoom Meeting. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan materi yang disampaikan secara interaktif dan aplikatif.
Program ini menghadirkan Siti Rohmat, S.E., M.H., CSEP sebagai fasilitator. Beliau merupakan Master Trainer, Certified Entrepreneur Syariah Profesional (CESP), serta Sertifikasi Pendamping Produk Halal (PPH) di BPJPH. Dengan kompetensi tersebut, fasilitator memberikan wawasan mengenai pengembangan pariwisata yang sesuai dengan prinsip halal serta kebutuhan industri pariwisata modern.
Materi pertama yang disampaikan adalah Islamic Tourism Industry Framework, yang membahas kerangka dasar industri pariwisata Islam serta berbagai komponen yang mendukung terciptanya ekosistem pariwisata halal.
Selanjutnya peserta mempelajari Halal Hospitality Management, yaitu pengelolaan pelayanan dan fasilitas hospitality dengan memperhatikan prinsip-prinsip halal. Materi ini membantu peserta memahami bagaimana memberikan pengalaman wisata yang nyaman sekaligus sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
Materi berikutnya adalah Islamic Tourism Marketing. Pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran produk dan destinasi wisata halal, termasuk bagaimana membangun daya tarik serta menjangkau target pasar secara efektif.
Peserta juga mempelajari Tourism Business Model, yang membahas bagaimana membangun dan mengembangkan model bisnis dalam sektor pariwisata agar mampu berjalan secara berkelanjutan serta memberikan nilai bagi wisatawan dan pelaku usaha.
Materi selanjutnya membahas Regulation & Certification, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya regulasi dan sertifikasi dalam mendukung kredibilitas serta kepercayaan terhadap produk dan layanan pariwisata halal.
Sebagai materi penutup, peserta mendapatkan pembahasan mengenai Risk & Compliance. Materi ini membahas berbagai risiko yang dapat muncul dalam pengelolaan bisnis pariwisata serta pentingnya memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai dengan ketentuan dan prinsip yang berlaku.
Selain memperoleh materi pelatihan, peserta mendapatkan berbagai manfaat, yaitu Gelar Non Akademik CITS, E-Sertifikat Kehadiran dan Kelulusan, E-Modul Pelatihan, Rekaman Pelatihan, Akses Mengulang Kelas, serta Grup Bina Alumni ESAS Management.
Pelatihan ini dipandu oleh moderator Ira. Selama kegiatan berlangsung, proses pembelajaran berjalan secara interaktif dan kondusif. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan kepada fasilitator mengenai pengelolaan pariwisata halal, strategi bisnis, pemasaran, regulasi, dan aspek kepatuhan dalam Islamic tourism.
Melalui program Islamic Tourism Specialist (CITS), ESAS Management berharap peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai industri pariwisata halal serta mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam dunia kerja maupun pengembangan bisnis. Pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menghadapi peluang dan tantangan industri pariwisata yang semakin berkembang, khususnya dalam memenuhi kebutuhan wisatawan yang mengutamakan layanan sesuai prinsip halal.
