Jakarta, Agustus 2026 — Corporate Social Responsibility (CSR) kini tidak lagi dipandang sebatas aktivitas sosial perusahaan. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan, transparansi, kepedulian lingkungan, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat, perusahaan membutuhkan profesional yang mampu merancang dan mengelola program CSR secara strategis, terukur, dan bertanggung jawab.
Menjawab kebutuhan tersebut, ESAS Management melalui PT ESAS Edukasi Indonesia menghadirkan program Intermediate Corporate Social Responsibility (CICSR) sebagai ruang pembelajaran bagi profesional dan individu yang ingin memperkuat kompetensi dalam pengelolaan CSR. Pelatihan ini akan dilaksanakan secara online melalui Live Zoom Meeting pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00 WIB.
Program ini menjadi relevan bagi siapa saja yang ingin memahami CSR secara lebih mendalam, khususnya bagaimana program sosial perusahaan dapat diintegrasikan dengan strategi bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan.
CSR Membutuhkan Strategi, Bukan Sekadar Program Sosial
Perubahan ekspektasi masyarakat terhadap dunia usaha membuat perusahaan perlu memiliki pendekatan CSR yang semakin profesional. Program yang hanya berorientasi pada kegiatan sesaat tanpa perencanaan, pengukuran, dan evaluasi yang jelas berpotensi kehilangan dampak jangka panjang.
Karena itu, kompetensi dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, membangun hubungan dengan stakeholder, mengelola sumber daya, serta mengevaluasi keberhasilan program menjadi semakin penting.
Melalui pelatihan Intermediate Corporate Social Responsibility, peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai berbagai dimensi strategis CSR. Materi diawali dengan analisis dampak sosial, budaya, dan lingkungan, sehingga peserta dapat memahami bagaimana aktivitas perusahaan dapat berinteraksi dengan kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Pembelajaran kemudian diarahkan pada strategi pengelolaan stakeholders dalam CSR. Kemampuan mengidentifikasi dan membangun hubungan dengan pemangku kepentingan menjadi aspek penting karena keberhasilan program CSR tidak hanya ditentukan oleh perusahaan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat, pemerintah, komunitas, maupun pihak terkait lainnya.
Belajar Bersama Trainer yang Memahami Praktik Corporate Social Responsibility
Pelatihan CICSR akan dipandu langsung oleh Dimas Ario Sumilih, S.Pd., M.A., yang memiliki kompetensi sebagai Basic Corporate Social Responsibility Specialist sekaligus Master Trainer ESAS Management.
Dengan dipandu trainer yang kompeten, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif yang lebih aplikatif mengenai bagaimana CSR dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi organisasi.
Sementara itu, sesi pelatihan akan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang akan membantu menjaga alur pembelajaran agar berlangsung terstruktur dan interaktif.
Menghubungkan CSR dengan Strategi Bisnis
Salah satu bagian penting dari program ini adalah pembahasan mengenai integrasi CSR dalam strategi bisnis perusahaan. Perspektif ini menjadi semakin penting karena CSR modern tidak berdiri sendiri, melainkan dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun reputasi, menciptakan hubungan yang lebih baik dengan stakeholder, dan memperkuat keberlanjutan bisnis.
Peserta juga akan mempelajari pendanaan dan pengelolaan sumber daya program CSR, termasuk bagaimana sumber daya dapat direncanakan dan dikelola secara efektif agar program dapat berjalan secara optimal.
Aspek akuntabilitas juga mendapatkan perhatian melalui materi evaluasi dan pelaporan CSR yang transparan dan akuntabel. Kemampuan melakukan evaluasi dan menyusun pelaporan secara tepat menjadi bagian penting untuk memastikan program CSR dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjadi dasar perbaikan program berikutnya.
Tidak kalah menarik, peserta juga akan diajak melihat tren dan inovasi dalam CSR berbasis masyarakat dan budaya. Materi ini memberikan perspektif bahwa pendekatan CSR perlu menyesuaikan karakteristik masyarakat dan konteks budaya agar program yang dijalankan benar-benar relevan dan memberikan manfaat.
Lebih dari Sekadar Mengikuti Kelas
ESAS Management memberikan sejumlah fasilitas yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta, baik selama maupun setelah pelatihan. Peserta akan memperoleh Gelar Non Akademik CICSR, E-Sertifikat Kehadiran dan Kelulusan, serta E-Modul Pelatihan sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran.
Peserta juga mendapatkan rekaman pelatihan yang memungkinkan materi dipelajari kembali setelah sesi Live Zoom berakhir. Ditambah dengan akses mengulang kelas, peserta memiliki fleksibilitas untuk memperdalam materi sesuai kebutuhan.
Tidak berhenti pada pelatihan, peserta juga berkesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management, yang menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran dan jejaring alumni ESAS Management.
Dengan investasi pelatihan sebesar Rp300.000, program ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa, karyawan, profesional, maupun individu yang ingin membangun kompetensi lebih kuat di bidang Corporate Social Responsibility.
Saatnya Meningkatkan Kompetensi CSR
Dunia usaha membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu melihat CSR bukan hanya sebagai kewajiban perusahaan, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menciptakan hubungan yang berkelanjutan antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Melalui Intermediate Corporate Social Responsibility, ESAS Management menghadirkan kesempatan untuk memahami bagaimana CSR dirancang, dikelola, dievaluasi, dan dikembangkan agar memiliki dampak yang lebih berarti.
Jika Anda ingin memperluas kompetensi, memperkuat pemahaman tentang CSR, sekaligus mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan program sosial perusahaan, inilah waktu yang tepat untuk mulai belajar.
Segera lakukan pendaftaran melalui website resmi ESAS Management dan bergabung dalam Intermediate Corporate Social Responsibility pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 19.00–21.00 WIB melalui Live Zoom Meeting.
Karena CSR yang baik bukan hanya tentang apa yang diberikan perusahaan kepada masyarakat, tetapi tentang bagaimana sebuah program mampu menciptakan dampak yang terukur, berkelanjutan, dan bernilai bagi semua pihak.
