
Pada tanggal 01 Agustus 2026, ESAS Management menyelenggarakan pelatihan sertifikasi Certified Quality Assurance Manager (CQAM) yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, prinsip, dan implementasi sistem manajemen mutu sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, Bapak Fauzan Daffa, S.T., M.M., MCSM., MQAA., MBM., CTEM (Master Trainer ESAS Management, Trainer Professional berlisensi Internasional Project Manager, Praktisi Marketing dan Analisis Bisnis selama 7 tahun), serta dipandu oleh moderator Indah.
Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Bapak Fauzan, yang menjelaskan bahwa kualitas merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya saing organisasi. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen mutu harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan serta meningkatkan efektivitas proses bisnis.
Dalam sesi pembelajaran, peserta diperkenalkan pada ISO 9001 beserta prinsip-prinsip manajemen mutu yang menjadi standar internasional dalam penerapan Quality Management System (QMS). Bapak Fauzan menjelaskan bahwa ISO 9001 menekankan pendekatan berbasis proses, kepemimpinan yang efektif, fokus pada pelanggan, peningkatan berkelanjutan, serta pengambilan keputusan berdasarkan bukti. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan penting bagi organisasi dalam menciptakan sistem kerja yang terstruktur dan berkualitas.
Selanjutnya, peserta mempelajari peran seorang Quality Assurance Manager dalam organisasi. Dijelaskan bahwa seorang Quality Assurance Manager tidak hanya bertanggung jawab memastikan standar mutu diterapkan, tetapi juga berperan dalam menyusun kebijakan mutu, melakukan evaluasi sistem, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Materi juga membahas secara mendalam mengenai Quality Management System (QMS) sebagai kerangka kerja yang digunakan organisasi untuk mengelola, mengendalikan, dan meningkatkan kualitas secara sistematis. Dengan penerapan QMS yang baik, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Selain itu, Bapak Fauzan menjelaskan perbedaan antara Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC). Quality Assurance berfokus pada pencegahan kesalahan melalui penyusunan sistem dan prosedur yang efektif, sedangkan Quality Control lebih menitikberatkan pada proses pemeriksaan dan pengujian hasil akhir untuk memastikan produk atau layanan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pemahaman mengenai kedua konsep ini sangat penting agar peserta mampu memahami fungsi masing-masing dalam mendukung keberhasilan sistem manajemen mutu.
Pembahasan berikutnya mengulas pentingnya dokumentasi dan pengendalian mutu dalam implementasi sistem manajemen mutu. Dokumentasi yang baik menjadi bukti bahwa seluruh proses telah dijalankan sesuai prosedur, sekaligus memudahkan proses audit, evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai penerapan berbagai praktik pengendalian mutu yang mendukung konsistensi kualitas produk maupun layanan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia diharapkan mampu memahami pentingnya budaya mutu sejak dini serta memiliki kompetensi dasar dalam penerapan sistem manajemen mutu di berbagai sektor industri. Pengetahuan tersebut menjadi bekal yang berharga bagi para peserta dalam menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin menuntut kualitas, efektivitas, dan perbaikan berkelanjutan.
ESAS Management terus berkomitmen menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.