Jakarta — ESAS Management di bawah naungan PT ESAS Edukasi Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pelatihan Quality Assurance Manager (CQAM). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, dengan mengangkat pembahasan mengenai sistem manajemen mutu, pengendalian dokumentasi, audit mutu, manajemen risiko, pengukuran kinerja, serta pembangunan budaya kualitas dalam organisasi.

Pelatihan Quality Assurance Manager dirancang untuk membantu peserta memahami fungsi strategis quality assurance dalam menjaga konsistensi proses, produk, dan layanan. Di tengah persaingan industri yang semakin tinggi, perusahaan tidak cukup hanya menghasilkan produk atau layanan yang baik sesekali. Organisasi membutuhkan sistem yang mampu memastikan standar mutu diterapkan secara konsisten, terukur, terdokumentasi, dan terus diperbaiki.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Fauzan Daffa, S.T., MCSM., MQAA., MBM., selaku Master Trainer ESAS Management. Ia juga merupakan trainer profesional berlisensi International Project Manager serta praktisi marketing dan analis bisnis dengan pengalaman selama tujuh tahun. Latar belakang tersebut memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran karena materi quality assurance tidak hanya dibahas dari sisi teknis, tetapi juga dikaitkan dengan kebutuhan bisnis, pengelolaan proyek, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan organisasi.

Seluruh rangkaian pelatihan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang memandu kegiatan sejak pembukaan, pengenalan narasumber, penyampaian materi, interaksi dengan peserta, sesi diskusi, hingga penutupan. Kehadiran moderator membantu proses pembelajaran berlangsung secara sistematis, komunikatif, dan tetap memberikan ruang bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan sesuai dengan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan kerjanya.

Materi pelatihan diawali dengan pembahasan mengenai ISO 9001 dan prinsip-prinsip manajemen mutu. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya orientasi pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan individu, pendekatan proses, pengambilan keputusan berbasis bukti, serta perbaikan berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar bagi organisasi dalam membangun sistem kerja yang konsisten dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai peran Quality Assurance Manager. Seorang manajer quality assurance tidak hanya bertugas memeriksa kesalahan, tetapi juga bertanggung jawab memastikan bahwa proses organisasi dirancang untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian. Perannya mencakup penyusunan standar, pemantauan implementasi, koordinasi audit, evaluasi risiko, hingga penyampaian rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

Peserta juga mempelajari Sistem Manajemen Mutu atau Quality Management System (QMS). Sistem ini membantu organisasi mengatur kebijakan, prosedur, tanggung jawab, sumber daya, dan aktivitas yang berkaitan dengan mutu. Melalui QMS yang terstruktur, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap proses memiliki standar yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.

Salah satu materi penting dalam pelatihan ini adalah perbedaan antara Quality Assurance dan Quality Control. Quality Assurance lebih berfokus pada pencegahan masalah melalui pengelolaan sistem dan proses, sedangkan Quality Control berfokus pada pemeriksaan hasil untuk menemukan ketidaksesuaian. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut membantu peserta menempatkan fungsi QA dan QC secara tepat serta membangun koordinasi yang lebih efektif di dalam organisasi.

Pelatihan turut membahas dokumentasi dan pengendalian mutu. Dokumen seperti kebijakan, prosedur kerja, instruksi, formulir, dan catatan hasil pemeriksaan memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan pekerjaan. Dokumentasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan penggunaan prosedur lama, perbedaan cara kerja, kesalahan pencatatan, dan lemahnya proses evaluasi.

Melalui materi ini, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya penomoran dokumen, persetujuan, distribusi, penyimpanan, pembaruan, serta pengendalian versi. Dokumentasi yang tertata akan membantu organisasi menjaga ketertelusuran informasi sekaligus mempermudah proses audit.

Materi berikutnya membahas audit mutu dan perbaikan berkelanjutan. Audit mutu dilakukan untuk menilai kesesuaian pelaksanaan dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Proses ini bukan sekadar mencari kesalahan individu, tetapi menjadi sarana untuk menemukan kelemahan sistem, risiko, serta peluang peningkatan.

Hasil audit dapat digunakan sebagai dasar penyusunan tindakan korektif dan pencegahan. Dengan proses evaluasi yang konsisten, organisasi dapat memperbaiki akar permasalahan, mengurangi kesalahan berulang, dan meningkatkan efektivitas proses secara bertahap. Konsep risk-based thinking juga menjadi salah satu pokok pembahasan utama. Peserta mempelajari pentingnya mengenali risiko sebelum masalah terjadi. Risiko dapat muncul dari sumber daya manusia, prosedur, teknologi, pemasok, peralatan, komunikasi, maupun perubahan kebutuhan pelanggan.

Melalui pendekatan berbasis risiko, organisasi dapat menentukan prioritas pengendalian dan mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat. Pendekatan ini membantu perusahaan tidak hanya bereaksi ketika masalah muncul, tetapi juga mempersiapkan langkah mitigasi sejak tahap perencanaan.

Pelatihan kemudian membahas pengukuran kinerja mutu. Peserta diarahkan untuk memahami pentingnya indikator yang dapat menunjukkan tingkat pencapaian kualitas, seperti jumlah keluhan pelanggan, tingkat ketidaksesuaian, waktu penyelesaian masalah, efektivitas tindakan korektif, hasil audit, serta kepuasan pengguna.

Data kinerja membantu manajemen mengetahui apakah sistem mutu telah berjalan secara efektif. Tanpa pengukuran yang jelas, organisasi akan kesulitan menentukan apakah suatu perbaikan benar-benar memberikan hasil atau hanya menjadi aktivitas administratif.

Materi mengenai kepemimpinan dan budaya mutu turut menekankan bahwa keberhasilan quality assurance tidak hanya bergantung pada satu bagian. Mutu merupakan tanggung jawab seluruh anggota organisasi. Pimpinan perlu memberikan arah, teladan, dukungan sumber daya, serta komunikasi yang konsisten agar kualitas menjadi bagian dari budaya kerja.

Budaya mutu akan terbentuk ketika setiap individu memahami standar, berani melaporkan masalah, terbuka terhadap evaluasi, dan memiliki komitmen terhadap perbaikan. Dengan demikian, kualitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga memperoleh pembahasan melalui studi kasus implementasi. Pendekatan berbasis kasus membantu peserta melihat bagaimana konsep sistem mutu, audit, risiko, dokumentasi, dan pengukuran kinerja diterapkan dalam situasi nyata. Peserta dapat memahami tantangan implementasi serta menentukan langkah penyelesaian yang lebih logis dan terstruktur.

Pelatihan Quality Assurance Manager relevan bagi staf QA dan QC, supervisor, manajer operasional, auditor internal, quality management representative, project manager, konsultan, pemilik usaha, mahasiswa, serta profesional yang terlibat dalam pengelolaan mutu dan perbaikan proses. Sebagai bagian dari program pengembangan profesional, peserta memperoleh gelar nonakademik CQAM setelah memenuhi ketentuan program. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat kehadiran dan kelulusan sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan kegiatan pembelajaran.

Untuk mendukung proses belajar berkelanjutan, ESAS Management menyediakan e-modul pelatihan serta rekaman pelatihan yang dapat dipelajari kembali oleh peserta. Fasilitas akses mengulang kelas juga diberikan agar peserta memiliki kesempatan memperkuat pemahaman terhadap materi.

Selain itu, peserta bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai ruang untuk membangun jaringan profesional, bertukar informasi, serta memperoleh pembaruan mengenai program pengembangan kompetensi berikutnya.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Quality Assurance Manager, ESAS Management berharap dapat membantu melahirkan profesional yang lebih teliti, sistematis, berorientasi pada risiko, dan mampu mendorong perbaikan berkelanjutan dalam organisasi.

Bagi mahasiswa, praktisi, pemimpin tim, dan profesional yang ingin meningkatkan kemampuan di bidang quality assurance, sistem manajemen mutu, audit, dan pengendalian risiko, segera hubungi ESAS Management—PT ESAS Edukasi Indonesia untuk memperoleh informasi mengenai jadwal dan pendaftaran Pelatihan Quality Assurance Manager (CQAM) pada periode berikutnya. Tingkatkan kompetensi Anda dan jadilah bagian dari profesional yang mampu membangun mutu, menjaga kepercayaan pelanggan, serta mendorong kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version