Jakarta — ESAS Management di bawah naungan PT ESAS Edukasi Indonesia kembali menyelenggarakan program pengembangan kompetensi profesional melalui Pelatihan Secretary Administration (C.SA). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, dengan menghadirkan materi komprehensif mengenai administrasi kesekretariatan, pengelolaan informasi, penggunaan perangkat kerja, serta komunikasi profesional dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Pelatihan Secretary Administration dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dan komunikasi yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi sekretaris maupun tenaga administrasi modern. Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas pekerjaan organisasi, seorang sekretaris tidak lagi hanya bertugas mencatat agenda atau menerima telepon. Profesi ini memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas pimpinan, menjaga alur informasi, mengelola dokumen, mengatur jadwal, serta membangun komunikasi profesional dengan kolega dan pelanggan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Rika Hijrina, S.Sos., CHCM., CHRMP., CAHSE., seorang Division Head di salah satu perusahaan BUMN yang memiliki pengalaman selama 20 tahun sebagai praktisi Human Resources Development, Human Capital, General Affairs, dan Corporate Secretary.
Pengalaman panjang narasumber dalam menangani administrasi organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, layanan umum, dan fungsi sekretaris korporat memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran. Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga dikaitkan dengan situasi nyata yang sering dihadapi tenaga sekretaris dan administrasi dalam lingkungan kerja.
Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori oleh Arwan Priyadinata, yang memandu pelatihan sejak pembukaan, pengenalan narasumber, penyampaian materi, interaksi dengan peserta, sesi diskusi, hingga penutupan. Kehadiran moderator membantu kegiatan berlangsung secara sistematis, komunikatif, dan memberikan ruang kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan sesuai kebutuhan profesional mereka.
Materi pelatihan diawali dengan kemampuan mencatat dikte, yaitu keterampilan mendengarkan dan mencatat informasi secara cepat, tepat, serta terstruktur. Kompetensi ini penting ketika seorang sekretaris menerima arahan pimpinan, mencatat.
hasil rapat, menyusun pesan, atau mendokumentasikan informasi yang perlu segera ditindaklanjuti.
Peserta kemudian mempelajari cara mengakses data di komputer serta mengoperasikan aplikasi perangkat lunak. Dalam lingkungan kerja digital, tenaga sekretaris harus mampu mencari, membuka, mengolah, menyimpan, dan mengorganisasi data secara efisien. Kemampuan tersebut mendukung penyelesaian pekerjaan administrasi sekaligus mengurangi risiko kehilangan atau kesalahan informasi.
Materi berikutnya membahas penggunaan peralatan komunikasi dan pelaksanaan komunikasi melalui telepon. Peserta memperoleh pemahaman mengenai etika menerima dan melakukan panggilan, menyampaikan informasi dengan jelas, mencatat pesan, mengatur nada bicara, serta menjaga profesionalitas ketika berkomunikasi atas nama organisasi.
Kemampuan mengelola komunikasi menjadi sangat penting karena sekretaris sering berperan sebagai penghubung antara pimpinan, karyawan, mitra, pelanggan, dan pihak eksternal. Cara berkomunikasi yang baik dapat mencerminkan profesionalitas serta citra organisasi secara keseluruhan.
Pelatihan ini juga membahas cara mengelola jadwal kegiatan pimpinan. Peserta diarahkan untuk memahami proses pencatatan agenda, penetapan prioritas, pengaturan rapat, koordinasi jadwal, dan penyampaian pengingat. Pengelolaan agenda yang akurat membantu pimpinan menjalankan aktivitas secara teratur serta mencegah terjadinya benturan waktu.
Sejalan dengan meningkatnya penggunaan internet, peserta dibekali kemampuan mengakses informasi melalui homepage. Materi ini membantu peserta mencari informasi yang relevan, memanfaatkan situs web secara efektif, dan memastikan bahwa sumber informasi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Kemampuan menggunakan peralatan dan sumber daya kerja juga menjadi bagian penting dalam program ini. Peserta mempelajari penggunaan berbagai perangkat yang mendukung pekerjaan kesekretariatan, termasuk komputer, telepon, printer, mesin pemindai, media penyimpanan, serta sumber daya administrasi lainnya.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai cara menciptakan dokumen atau lembar kerja sederhana. Seorang sekretaris perlu mampu menyusun surat, agenda, daftar kegiatan, formulir, catatan, tabel, dan dokumen administratif lain dengan format yang rapi serta mudah dipahami. Pelatihan Secretary Administration tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan dasar komunikasi. Peserta diarahkan untuk menyampaikan informasi secara jelas, memilih bahasa yang sesuai, mendengarkan secara aktif, dan memberikan respons yang profesional.
Komunikasi lisan dengan kolega maupun pelanggan turut menjadi bagian dari pembelajaran. Materi ini relevan karena sekretaris sering menjadi titik awal komunikasi dalam organisasi. Sikap ramah, tanggap, sopan, dan solutif dapat membantu membangun hubungan kerja yang positif serta meningkatkan kualitas layanan.
Dalam menghadapi lingkungan kerja yang semakin terbuka dan berorientasi global, peserta juga mempelajari kemampuan membaca dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional dasar, menulis pesan singkat dalam bahasa Inggris, serta melakukan komunikasi lisan dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional dasar.
Kemampuan bahasa Inggris dasar dapat mendukung peserta ketika membaca pesan, menjawab komunikasi sederhana, menyampaikan informasi kepada tamu, atau menangani dokumen singkat yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Kompetensi tersebut menjadi nilai tambah bagi tenaga administrasi yang ingin meningkatkan daya saing dan peluang karier.
Pelatihan Secretary Administration relevan bagi sekretaris, staf administrasi, personal assistant, front office, customer service, staf operasional, mahasiswa, pencari kerja, maupun profesional yang ingin memperkuat kompetensi administrasi dan komunikasi. Program ini juga dapat menjadi langkah awal bagi peserta yang ingin meniti karier dalam bidang kesekretariatan dan pelayanan korporat.
Sebagai bagian dari program pengembangan profesional, peserta memperoleh gelar nonakademik C.SA setelah memenuhi ketentuan program. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat pelatihan sebagai bukti keikutsertaan dan penyelesaian kegiatan pembelajaran.
Peserta turut berkesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP apabila dinyatakan kompeten melalui proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikasi kompetensi tersebut dapat menjadi bukti bahwa peserta telah memenuhi standar kemampuan tertentu dalam bidang yang diujikan.
Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, ESAS Management menyediakan rekaman pelatihan dan e-modul pelatihan yang dapat digunakan peserta untuk mempelajari kembali materi. Fasilitas akses mengulang kelas juga diberikan agar peserta memiliki kesempatan memperkuat pemahaman terhadap bagian materi yang masih perlu diperdalam. Selain memperoleh materi dan fasilitas pembelajaran, peserta bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management. Komunitas tersebut menjadi ruang untuk memperluas jaringan profesional, memperoleh informasi program terbaru, serta menjaga komunikasi dengan peserta dan alumni dari berbagai latar belakang pekerjaan.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Secretary Administration, ESAS Management berharap dapat membantu mencetak tenaga sekretaris dan administrasi yang terampil, komunikatif, adaptif, serta mampu bekerja secara profesional. Kompetensi tersebut semakin penting bagi organisasi yang membutuhkan dukungan administrasi cepat, akurat, dan berorientasi pada pelayanan.
Bagi masyarakat, mahasiswa, pencari kerja, dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang kesekretariatan, administrasi, serta komunikasi bisnis, segera hubungi dan daftarkan diri melalui ESAS Management—PT ESAS Edukasi Indonesia untuk mengikuti Pelatihan Secretary Administration (C.SA) pada periode berikutnya. Tingkatkan kemampuan Anda bersama trainer berpengalaman dan persiapkan diri menjadi tenaga administrasi profesional yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja.
