Jakarta, 21 Juli 2026 – Dalam sebuah perusahaan, divisi General Affair (GA) memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional organisasi. Seorang General Affair Leader tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas perusahaan, tetapi juga memastikan administrasi, pengadaan, hubungan eksternal, serta koordinasi operasional berjalan secara efektif. Oleh karena itu, kompetensi kepemimpinan di bidang General Affair menjadi salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan profesional.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ESAS Management menyelenggarakan program pelatihan bersertifikat Certified General Affair Leader (CGAL). Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai peran strategis seorang General Affair Leader, mulai dari pengelolaan operasional hingga kemampuan memimpin tim dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Pelatihan ini terbuka bagi mahasiswa, karyawan, maupun masyarakat umum yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang General Affair.
Pelatihan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 20.00–22.00 WIB secara daring melalui Live Zoom Meeting. Selama kurang lebih dua jam, peserta memperoleh materi yang disusun secara sistematis dan aplikatif sehingga dapat langsung diterapkan dalam lingkungan kerja.
Program ini menghadirkan Rika Hujrina, S.Sos., CHCM., CHRMP., CAHSE sebagai fasilitator. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang Human Resources, serta pernah menjabat sebagai Division Head Human Capital/HR/GA di salah satu perusahaan BUMN. Dengan pengalaman profesional yang dimiliki, fasilitator membagikan wawasan, strategi, serta praktik terbaik dalam mengelola fungsi General Affair secara efektif.
Materi pertama yang disampaikan adalah Peran Strategis Kepemimpinan General Affair. Pada sesi ini peserta mempelajari tugas, fungsi, serta tanggung jawab seorang General Affair Leader dalam mendukung operasional perusahaan. Peserta juga memahami pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun koordinasi antarbagian agar kegiatan operasional berjalan dengan lancar.
Selanjutnya peserta mempelajari Management Operasional dan Fasilitas, yang membahas pengelolaan aset, fasilitas kerja, serta sarana pendukung operasional perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Materi berikutnya adalah Administrasi dan Pengadaan, yang menjelaskan proses administrasi umum, pengelolaan dokumen, serta mekanisme pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur perusahaan. Peserta memahami pentingnya administrasi yang tertib dalam mendukung efektivitas operasional.
Pada sesi Humas dan Hubungan Eksternal GA Leader, peserta mempelajari bagaimana membangun hubungan yang baik dengan pihak eksternal, seperti vendor, mitra kerja, instansi pemerintah, maupun masyarakat. Komunikasi yang efektif dan profesional menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang General Affair Leader.
Materi selanjutnya membahas KPI GA Leader, yaitu penyusunan dan pengukuran indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) untuk mengevaluasi efektivitas pekerjaan General Affair. Peserta memahami bagaimana menetapkan target kerja, melakukan evaluasi, serta meningkatkan kinerja tim secara berkelanjutan.
Sebagai materi penutup, peserta mempelajari Laporan General Affair, yang membahas teknik penyusunan laporan kegiatan, penggunaan anggaran, pengelolaan fasilitas, hingga penyampaian laporan kepada manajemen secara sistematis dan profesional.
Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat, di antaranya Gelar Non Akademik CGAL, E-Sertifikat Kehadiran dan Kelulusan, E-Modul Pelatihan, Rekaman Pelatihan, Akses Mengulang Kelas, serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai sarana pengembangan kompetensi dan memperluas jaringan profesional.
Melalui program Certified General Affair Leader (CGAL), ESAS Management berharap dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang General Affair dan kepemimpinan operasional. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, peserta diharapkan mampu menjalankan fungsi General Affair secara profesional, meningkatkan efektivitas operasional perusahaan, serta menjadi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi.
