Jakarta, 07 Juli 2026 – Industri pariwisata halal terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi salah satu sektor dengan prospek paling menjanjikan di tingkat nasional maupun global. Meningkatnya jumlah wisatawan Muslim di berbagai negara mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami dunia pariwisata, tetapi juga mampu memberikan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Menjawab kebutuhan tersebut, ESAS Management (PT ESAS Edukasi Indonesia) kembali menghadirkan program Certified Islamic Tourism Associate (CITA) yang diselenggarakan secara online melalui Zoom pada Selasa, 07 Juli 2026.
Pelatihan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi para profesional, aparatur pemerintah, pelaku industri pariwisata, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami konsep pariwisata halal secara komprehensif. Dengan pendekatan yang aplikatif dan mengikuti perkembangan industri, peserta akan memperoleh wawasan yang relevan untuk menghadapi tantangan sekaligus peluang di sektor wisata berbasis syariah.
Kegiatan pelatihan dipandu oleh Muhammad Raffi Almadani, S.M sebagai moderator yang memastikan jalannya kelas berlangsung interaktif dan komunikatif. Sementara itu, materi disampaikan langsung oleh Siti Rohmat., S.E., M.H., CSEP, seorang praktisi dan trainer berpengalaman yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan sumber daya manusia serta pemahaman mengenai implementasi konsep pariwisata halal.
Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai materi fundamental yang menjadi dasar dalam pengelolaan layanan wisata berbasis syariah. Pembahasan diawali dengan Introduction to Islamic Tourism, yang memberikan gambaran mengenai konsep, perkembangan, serta potensi industri pariwisata halal di tingkat nasional dan internasional. Selanjutnya, peserta akan mendalami Basic Sharia Principles, yaitu prinsip-prinsip syariah yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan layanan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Materi kemudian dilanjutkan dengan Muslim Traveler Needs, yang membahas kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim, sehingga peserta mampu memahami bagaimana menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tidak kalah penting, peserta juga akan mempelajari Halal Hospitality Basic, yang mengulas standar pelayanan, fasilitas, serta etika dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan Muslim.
Untuk memperkuat kemampuan komunikasi, pelatihan menghadirkan materi Basic Tourism Communication yang membahas teknik komunikasi efektif dalam industri pariwisata. Selain itu, peserta juga akan dikenalkan pada Introduction to Halal Destination, yaitu konsep dasar pengembangan destinasi wisata halal yang mampu memenuhi standar layanan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di berbagai daerah.
Tidak hanya memperoleh materi dari trainer yang kompeten, peserta juga akan mendapatkan berbagai manfaat yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan. Setiap peserta berhak memperoleh Gelar Non Akademik Certified Islamic Tourism Associate (CITA) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dipelajari. Selain itu, peserta juga memperoleh e-Sertifikat Kehadiran dan e-Sertifikat Kelulusan, e-Modul Pelatihan, rekaman pelatihan yang dapat dipelajari kembali kapan saja, akses mengulang kelas tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan, serta kesempatan bergabung dalam Grup Bina Alumni ESAS Management sebagai wadah pengembangan kompetensi, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring profesional.
Program ini menjadi salah satu komitmen ESAS Management dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsep halal lifestyle dan berkembangnya sektor ekonomi syariah, kompetensi di bidang pariwisata halal menjadi nilai tambah yang semakin dicari oleh berbagai organisasi dan pelaku usaha.
Melalui pelatihan Certified Islamic Tourism Associate (CITA), peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif praktis mengenai implementasi layanan wisata halal yang profesional, inklusif, dan berdaya saing. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang karier, memperkuat kompetensi profesional, sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata halal di Indonesia.
