
Jakarta, 24 Juli 2026 Esas management sukses menyelenggarakan pelatihan Sertifikasi mengenai Certified Technology and Artificial Intelligence Educator (CTAIE).
Pelatihan Certified Technology and Artificial Intelligence Educator (CTAIE) tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 24 Juli 2026 pukul 20.30 s.d 22.30 WIB yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting dan Youtube ESAS Management serta dihadiri banyak peserta dari berbagai latar belakang dan domisili yang berbeda.
Sertifikasi ini menghadirkan 1 narasumber yang tentunya Professional dalam bidang Certified Technology and Artificial Intelligence Educator (CTAIE). Beliau adalah Bapak Faizal Febrian Ramadhani, S.Pd., S.Ps.SD., CCME (Master Trainer ESAS Management, Education Practitioner, School Program and Curriculum Specialist), dengan seorang moderator yaitu Indah (moderator & Admin Support ESAS Management).
Dalam pelatihan tersebut, Bapak Faizal menyampaikan materi mengenai pentingnya penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para pendidik. Menurut beliau, perkembangan teknologi telah mengubah cara belajar, mengajar, hingga proses evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Pada sesi awal, Bapak Faizal menjelaskan peran guru di era teknologi dan digitalisasi. Guru tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi fasilitator, pembimbing, dan inspirator yang mampu mengarahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh pendidik agar proses pembelajaran tetap berkualitas.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi dan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Materi ini menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, menghormati hak cipta, melindungi data pribadi, serta menggunakan AI secara bertanggung jawab. Bapak Faizal mengingatkan bahwa kecerdasan buatan merupakan alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti peran guru dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Materi berikutnya membahas landasan dan konsep berpikir mengenai pentingnya guru memahami teknologi dan kecerdasan buatan. Dijelaskan bahwa pemahaman terhadap AI akan membantu guru merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif, personal, dan berbasis kebutuhan peserta didik. Dengan memahami cara kerja teknologi, guru dapat memilih solusi digital yang tepat untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Sebagai bekal praktis, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai aplikasi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Berbagai tools AI diperkenalkan untuk membantu penyusunan materi pembelajaran, pembuatan media presentasi, pengembangan soal evaluasi, penyusunan administrasi pembelajaran, hingga peningkatan kreativitas dalam proses mengajar. Peserta diajak memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif tanpa mengabaikan aspek etika dan profesionalisme sebagai pendidik.
Melalui pelatihan Certified Technology and Artificial Intelligence Educator (CTAIE) ini, ESAS Management berharap para pendidik mampu meningkatkan literasi digital, memahami penerapan AI secara bertanggung jawab, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan teknologi. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan pendidikan sehingga mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan di era transformasi digital.