Jakarta, 24 Februari 2026 Esas management sukses menyelenggarakan pelatihan Certified Mediation in Village (CMEV). Pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Selasa, 24 Februari 2026 pukul 16.00 s.d 18.00 WIB yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting dan Youtube ESAS Management serta dihadiri banyak peserta dari berbagai latar belakang dan domisili yang berbeda.
Sertifikasi ini menghadirkan 1 fasilitator yang menguasai bidang Certified Mediation in Village (CMEV). Beliau Muhamad Bayu Firmansyah, S.H.,M.H (Advokat, Peneliti Bidang Hukum Siber, Konsultan Analisis Hukum Pengadaan Barang dan Jasa) dan dibersamai oleh moderator Mellisa Lim, S.P.W.K (Moderator, Operational and Academic Administration Esas Management)Pada awal pelatihan, Pak Bayu menyampaikan bahwa Mediasi di tingkat desa merupakan pendekatan penyelesaian sengketa yang menempatkan musyawarah, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama.
Di tengah dinamika sosial seperti sengketa tanah, konflik keluarga, warisan, hingga perselisihan antarwarga, peran aparatur desa menjadi sangat strategis sebagai fasilitator yang netral dan solutif. Berbeda dengan jalur litigasi yang cenderung formal dan memakan waktu, mediasi desa mengedepankan dialog terbuka, menjaga hubungan sosial, serta menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak.
Keberhasilan mediasi desa tidak hanya ditentukan oleh kewenangan, tetapi juga oleh kompetensi mediator dalam mengelola konflik. Seorang mediator desa perlu memiliki kemampuan komunikasi efektif, mendengar aktif, memahami regulasi pemerintahan desa, serta mampu menggali akar masalah tanpa memihak. Selain itu, pemahaman terhadap budaya lokal dan nilai gotong royong menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan win-win solution.

Dengan pendekatan yang tepat, mediasi desa mampu mencegah konflik kecil berkembang menjadi sengketa besar yang merusak tatanan sosial masyarakat.Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pembelajaran tentang mediasi di desa kini bisa dipelajari secara profesional di ESAS Management. Melalui pelatihan yang terstruktur dan aplikatif, peserta tidak hanya memahami konsep mediasi, tetapi juga praktik langsung penanganan kasus berbasis studi nyata di lingkungan desa. Program ini dirancang bagi aparatur desa, tokoh masyarakat, maupun praktisi yang ingin meningkatkan kapasitas dalam penyelesaian konflik berbasis komunitas. Dengan kompetensi yang tepat, desa dapat menjadi ruang yang aman, harmonis, dan berdaya dalam menyelesaikan persoalannya sendiri.
Sertifikasi Mediation in Village yang diselenggarakan di Esas Management dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan dan pengetahuan praktis yang sesuai dengan standar industri. (Simak Lebih Lanjutnya hanya di Pelatihan Sertifikasi Mediation in Village di Esas Management) Dalam pelatihan, Pak Bayu menjelaskan tidak hanya berteori saja namun juga menjelaskan secara langsung prakteknya. Selain itu tentunya ada forum diskusi kepada peserta agar dapat saling berbagi kendala yang dihadapi.
Ada banyak pembahasan yang disampaikan pada pelatihan ini, diantaranya :
1. Definisi mediasi dan peran mediator di Desa
2. Prinsip-prinsip dasar mediasi
3. Kode etik mediator
4. Analisis kasus sengketa desa
5. Simulasi mediasi dengan berbagai tipe konflik desa
6. Menyusun berita acara mediasi dan kesepakatan tertulis
Diakhir acara para peserta pelatihan juga sangat puas dan mengapresiasi pelatihan ini. Menurut salah satu peserta, peserta merasa pelatihan yang sudah disampaikan hari ini sangat menambah banyak wawasan dan banyak pengetahuan baru yang didapatkan. Terima kasih banyak Esas Management.
